TRIBUN WIKI
Kenali Risiko dan Manfaat Berhubungan Seksual Saat Menstruasi
Risiko terbesar berhubungan seks sata menstruasi adalah darah yang akan mengotori ranjang, selimut, atau tubuh Anda dan pasangan.
TRIBUNBATAM.id - Umumnya, wanita mengalami periode menstruasi setiap satu bulan sekali.
Di masa tersebut biasanya wanita jarang melakukan melakukan hubungan intim bersama pasangan.
Bahkan tak sedikit yang menganggap hubungan seksual selama haid adalah hal yang tabu.
Melansir SehatQ, memang ada sederet risiko yang patut diwaspadai mengenai berhubungan seks saat haid.
Oleh sebab itu, hubungan intim ketika menstruasi harus dilakukan dengan benar dan aman.
Menurut laman Healthline, risiko terbesar berhubungan seks sata menstruasi adalah darah yang akan mengotori ranjang, selimut, atau tubuh Anda dan pasangan.
Hal tersebut akan terjadi terutama ketika seks dilakukan saat darah mengalir deras.
Risiko infeksi menular seksual
Selain itu, berhubungan seks saat menstruasi bisa menyebabkan peningkatan risiko penyebaran infeksi menular seksual seperti HIV atau hepatitis.
Virus-virus ini hidup dalam darah dan dapat menyebar melalui darah menstruasi yang terinfeksi.
Infeksi ragi atau jamur juga bisa terjadi ketika berhubungan seks dalam masa menstruasi.
• Kenali Panduan Protokol Kesehatan Baru di Tempat Kerja saat Pandemi Covid-19
• Jumlah Penumpang Datang Mulai Meningkat, Berikut 6 Jadwal Pelayaran di Pelabuhan Domestik Sekupang
Pasalnya, vagina memiliki kadar pH (indikator tingkat asam atau basa) antara 3,8 hingga 4,5 setiap bulannya.
Namun selama menstruasi, kadar pH dapat meningkat akibat pH darah menjadi lebih tinggi.
Inilah yang dapat menyebabkan jamur atau ragi berkembang lebih cepat di vagina.
Bisakah terjadi kehamilan ketika berhubungan seks di masa menstruasi?