Jumat, 1 Mei 2026

BATAM TERKINI

37 Warga Dijemput dari Batu Ampar, Kini Jumlah Positif di Batam Mencapai 110 Orang,

Sebanyak 37 orang hasil penyisiran Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tiga kelurahan di Kecamatan Batu Ampar dijemput petugas medis.

Tayang:
Editor: Sihat Manalu
YONHAP / AFP
Ilustrasi Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebanyak 37 orang hasil penyisiran Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tiga kelurahan di Kecamatan Batu Ampar dijemput petugas medis.

Warga ini merupakan close contact dari 2 pasien positif asal Kelurahan Seraya dan 1 pasien positif asal Kelurahan Tanjung Sengkuang yang terkonfirmasi positif pada Selasa (26/5). Mereka telah menjalani perawatan di RS Khusus Infeksi Galang.

"Sebanyak 37 warga Batu Ampar yang disisir kita karantina di Rusun BP Batam di Tanjung Uncang," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Kamis (28/5/2020).

Berharap Bisa Kebal Dari Virus Corona, 1 Keluarga Dilarikan ke RS Karena Minum Darah Kura-kura

Selanjutnya, ke-37 warga yang hasil Rapid Test mereka reaktif ini akan menjalani pemeriksaan Swab yang rencananya akan dilakukan pada Kamis (28/5). Hasilnya akan diketahui dalam waktu dekat.

Sejauh ini, kata dia, ada sebanyak 84 warga Batam, termasuk ke-37 warga Kecamatan Batu Ampar tersebut yang masih dikarantina di Rusun BP Batam.

Selain itu, di Rusun Pemko Batam ada sebanyak 264 TKI yang masih menjalani karantina sebelum dikembalikan ke daerah asal mereka.

Di salah satu hotel di Batam, juga menjadi lokasi karantina 56 WNA yang menjadi ABK kapal yang menunggu jadwal kepulangan mereka ke negara asalnya.

Menuju New Normal, Polda Kepri Datangi Titik Keramaian Warga di Batam, Kasih Brosur Imbauan

Didi menambahkan kalau Kecamatan Batu Ampar, saat ini sudah menjadi episentrum atau pusat penyebaran Covid-19 di Batam. Hal ini bermula dari temuan tambahan kasus positif di beberapa kelurahan di Batu Ampar dan gerak petugas yang melakukan penyisiran terhadap close contact dari kasus positif di sana, utamanya dari Kelurahan Seraya.

Didi Kusmarjadi mengatakan, tim kembali melakukan karantina. Karantina tersebut dilakukan selama 14 hari ke depan di Rusun BP Batam di Tanjunguncang.

Keenam warga Batam tersebut merupakan orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif Corona Covid 19 Kota Batam, nomor 102. Pria berinisial RAM (41) yang merupakan warga Batam. Pasien 102 ini kata Didi, merupakan kasus terbaru Covid-19.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun RAM pernah closes contact dengan temannya terkonfirmasi kasus positif nomor 49. Dan juga pasien yang merupakan terkonfirmasi nomor 82 yaitu pada saat pertemuan dalam rangka persiapan ibadah online.

Wanita Ini Bunuh Selingkuhannya Dengan Cara Mencampur Racun Hama ke Dalam Obat Kuat

Lanjut Didi, saat ini di Rusun BP Batam masih terdapat 72 orang yang dikarantina lantaran hasil rapid tesnya reaktif dan menunggu untuk di swab serta keluar hasil swab tesnya.

Di Rusun BP saat ini ada 78 orang yang di karantina, tambah 6 orang lagi, jadi totalnya 84 orang. Berdasarkan hasil Rapid Test mereka semua reaktif. "Dan masih menunggu hasil swab keluar,” ujar Didi.

Sementara di Rusun Batamec atau Pemko Batam, yang dijadikan pusat karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI yang baru pulang dari Malaysia, saat ini masih mengkarantina 264 orang.“Sebagian sudah dijemput oleh BP3TKI,” bebernya.

Para PMI yang masih dikarantina di rusun ini menunggu jadwal pemulangan ke daerah masing-masing. Sementara itu, hari ini juga akan diambil swab kepada 38 orang yang dikarantina di Rusun BP Batam. Diinformasikan, pelaksanaan Swab ini dilaksanakan oleh RSUD Embung Fatimah.

Didi berharap semua hasil swab terhadap warga Batam ini negatif. Sehingga, Batam terus mengalami pengurangan. Dibandingkan saat ini terbilang menanjak.

Ia memesankan, agar masyarakat tetap mengedepankan pola hidup sehat. Soscal distancing selalu dijaga agar Batam kembali pulih seperti semula. Tak bisa dipungkiri dampak Corona ini memukul sendi-sendi kehidupan. Ekonomi yang serba susah dan pengurangan karyawan di perusahaan. Bahkan tidak sedikit ada yang dirumahkan.

Pada Kamis (28/5), Pemerintah Kota Batam kembali menyampaikan penambahan 1 orang laki-laki pasien positif Covid-19. Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis BTKLPP Batam, berdasarkan hasil tracing closes contact yang terus berlangsung dari cluster terkonfirmasi positif Nomor 49 yang saat ini berada dalam perawatan di ruang isolasi rumah sakit swasta di Kota Batam.

Berinisial Tn.PZ usia 33 tahun, swasta. Beralamat di Kawasan Perumahan Bukit Palem Permai Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota. Ditetapkan sebagai Pasien Positif Covid-19 Nomor 110 Kota Batam.

"Pasien merupakan jemaat pada salah satu gereja di Kota Batam, dan pernah closes contact dengan temannya terkonfirmasi kasus positif nomor 49 dan pendetanya yang merupakan terkonfirmasi nomor 82 pada saat pertemuan dalam rangka persiapan ibadah online," ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Menindaklanjuti hasil tracing terhadap kasus Nomor 49 dan 82 tersebut, pasien dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan pertama pada 19 Mei 2020 yang hasilnya diketahui pada tanggal 22 Mei 2020 dengan terkonfirmasi Negatif.

Kemudian pada 23 Mei 2020 dilakukan kembali pemeriksaan swab tenggorokan kedua yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

Sejauh ini kondisi pasien dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan. Serta saat ini dalam persiapan untuk dilakukan karantina guna penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RSUD Embung Fatimah Kota Batam.
Diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster yang ada ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor. Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan imbauan Pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19.

Sementara itu, jumlah pasien positif Covid-19 hingga saat ini sudah mencapai 110 orang. Pasien yang sembuh sebanyak 42 orang dan yang meninggal sebanyak 10 orang.

"Masih dalam perawatan sebanyak 58 orang. Diberbagai RS yang ada di Kota Batam," kata Rudi.

Diantaranya RSUD Embung Fatimah sebanyak 10 orang, RS BP Batam sebanyak 5 orang, RSKI Galang sebanyak 22 orang, RS Elisabeth Batam Kota sebanyak 12 orang, RS Budi Kemuliaan sebanyak 3 orang, RS Awal Bros sebanyak 5 orang dan Isolasi Mandiri sebanyak 1 orang.

Rudi menambahkan jumlah ODP saat ini mencapai 3.944 orang, PDP sebanyak 442 orang, PDP meninggal sebanyak 70 orang, PDP meninggal penyakit penyerta sebanyak 59 orang, PDP meninggal reaktif rapid test covid 1 orang dan PDP meninggal positif Covid-19 sebanyak 10 orang.

Pasien Sembuh Tambah Tujuh Orang

Gugus Tugas Covid-19, kembali merilis perkembangan kasus Covid-19 yang dinyatakan dalam tren positif, Kamis (28/5).

Hal ini melihat, bertambah lagi tujuh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sembuh di Kota Batam. Adapun pasien-pasien tersebut adalah, pasien bernomor kasus 49, 66, 70, 72, 73, 75 dan 78.

Dirujuk ke RS Ahmad Tabib Tanjungpinang, Juru Mudi & Juru Masak KM Sabuk Nusantara 48 Positif Corona

Informasi terkait pasien sembuh tersebut adalah sebagai berikut:
Kasus 49, Jose Manuel Budiman (18), merupakan seorang mahasiswa berjenis kelamin laki-laki. Ia telah menjalani perawatan di RS Awal Bros Batam, dan telah menjalani enam kali tes swab dengan hasil positif (12 Mei), dua kali negatif (15 & 21 Mei), kembali positif (21 Mei), lalu dua kali dinyatakan negatif (25 & 27 Mei).

Kasus 66, Jufriadi (35), merupakan seorang karyawan berjenis kelamin laki-laki. Ia telah menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah dan RS Elisabeth sebelum dirujuk ke RSKI Covid-19 Galang, serta telah menjalani empat kali tes swab dengan hasil pertama negatif (10 Mei), kedua positif (18 Mei), dan dua tes terakhir negatif (27 Mei).

Kasus 70, Rahmad Karama (36), merupakan seorang laki-laki berprofesi sebagai satpam. Ia menjalani perawatan di RSKI Covid-19 Galang, dan telah menjalani tiga kali tes swab dengan hasil pertama positif (18 Mei) dan dua hasil akhir negatif (21 & 27 Mei).

Kasus 72, Nalma Selo (52), merupakan seorang Ibu Rumah Tangga. Ia pernah dirawat di RSUD Embung Fatimah, sebelum dirujuk ke RSKI Covid-19 Galang, dan telah menjalani tiga kali tes swab dengan hasil awal positif (18 Mei), dan dua hasil akhir negatif (21 & 27 Mei).

Kasus 73, Pinta Destaulina Siregar (6), seorang pelajar berjenis kelamin perempuan. Ia pernah dirawat di RSUD Embung Fatimah sebelum dirujuk ke RSKI Covid-19 Galang, dan telah menjalani tiga kali tes swab dengan hasil awal positif (18 Mei), dan dua kali hasil akhir negatif (21 & 27 Mei).

Kasus 75, Indra Bunga Sakti (22), seorang karyawan berjenis kelamin laki-laki. Ia dirawat di RSUD Embung Fatimah, kemudian dipindahkan ke RSKI Covid-19 Galang, dan telah menjalani tiga kali tes swab dengan hasil awal positif (18 Mei), dan dua hasil akhir (21 & 27 Mei) negatif.

Kasus 78, Imanuela Siregar (9), adalah seorang pelajar perempuan yang pernah dirawat di RSUD Embung Fatimah, dan dirujuk ke RSKI Covid-19 Galang. Ia telah menjalani tiga kali tes swab dengan hasil awal positif (18 Mei) dan dua kali hasil negatif (21 & 27 Mei).

Dengan dua kali hasil tes swab negatif yang disampaikan oleh BTKLPP Batam, maka ketujuh pasien terkonfirmasi Covid-19 tersebut dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Sesuai protokol kesehatan, ketujuh pasien sembuh itu akan menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

"Demikian press release ini disampaikan untuk dapat dimaklumi," tutur Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi. (rus/leo/hsu)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved