Breaking News:

Ombudsman Bertemu Pertamina, Pupus Harapan Harga BBM Turun

Harapan harga BBM turun itu segera pupus, setelah Ombidsman bertemu dengan Manajemen Pertamina.

KOMPAS.com/istimewa
SPBU Pertamina(KOMPAS.com/istimewa) 

Pada saat pertemuan Ombudsman dengan direksi Pertamina, harga minyak dunia sudah menanjak ke level US$ 30-an per barel, padahal sebelumnya sempat berada di bawah US$ 20-an per barel atau level terendah dalam 18 tahun terakhir.

Ketiga, pertimbangan faktor kondisi keuangan Pertamina. Keempat, kondisi pandemi corona (covid-19) ini menambah kompleksitas lantaran ikut menurunkan konsumsi masyarakat, yang membuat penjualan BBM Pertamina anjlok di masa pandemi ini.

Secara korporasi, jika harga dipaksakan turun maka Pertamina akan menderita kerugian. Bahkan berpotensi terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Jika harga BBM dipaksa turun, ini akibatnya >>>

Secara hitungan keekonomian, alasan Pertamina untuk masih mempertahankan harga BBM masih masuk akal.

"Konsumsi turun, penjualan BBM turun drastis, pemasukan juga. Sementara mereka terancam rugi. Kami apresiasi untuk tidak melakukan PHK," kata Laode.

 

Pupus harapan harga BBM bakal turun

Namun Ombudsman mengingatkan agar Pertamina maupun pemerintah sebagai regulator dan pengawasan, harus bisa memberikan penjelasan kepada publik mengapa masih memilih untuk tetap mempertahankan harga BBM di level saat ini.

Di sisi lain, negara tetangga sudah mulai menaikkan harga BBM. Malaysia sudah mulai menaikkan harga BBM bulan ini. Sepanjang 13 April-11 Mei 2020, harga BBM ron 95 di Malaysia mencapai RM 1,25 per liter atau Rp 4.229,64 per liter.

Lalu pada 18 Mei 2020, harga BBM di Malaysia naik menjadi RM 1.31 per liter (Rp 4.432,77) dan 25 Mei 2020 kembali meningkat menjadi RM 1,38 per liter (Rp 4.669,63).

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved