Tragedi Praka Martin Bunuh Istri, Dibantu Dua Wanita Lain
Praka Martin ditangkap Denpom 1/2 Sibolga karena membunuh istri sah. Saat menjalankan aksi, oknum prajurit TNI bunuh istri dibantu dua orang wanita.
TRIBUNBATAM.id. MEDAN - Praka Martin ditangkap Denpom 1/2 Sibolga karena membunuh istri sah.
Saat menjalankan aksi, oknum prajurit TNI bunuh istri dibantu dua orang wanita.
Sedangkan 2 orang tersangka lainnya yaitu Samaria Magdalena Simatupang (30) dan Winda Novianti Simanjuntak (28) kini diproses di Polres Tapteng.
Baru-baru ini media sosial Twitter dihebohkan dengan cerita tragis dari seorang istri di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Pasalnya, sang istri diduga dibunuh oleh suaminya sendiri yang merupakan seorang anggota prajurit TNI.
Berdasarkan unggahan akun Twitter @litinaar, pada Rabu (20/5/202) sekitar pukul 08.30 WIB, telah ditemukan tengkorak manusia dengan tulang belulang yang sudah mengering dan berserakan.
Tengkorak dan tulang belulang tersebut diduga adalah Ayu Lestari (26) yang merupakan istri dari Praka Martin Priyadi Nata Candra Chaniago, anggota Kima Korem 023/KS.
Menurut unggahan tersebut, Martin kini telah diamankan di Denpom.
Belakangan diketahui bahwa Martin rupanya memiliki selingkuhan yang juga turut membantu Martin dalam upaya membunuh istrinya sendiri.
Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara.
Adapun barang bukti tersebut berupa tengkorak kepala yang sudah rusak, tulang betis, tulang rusuk, jilbab berwarna kuning, sepasang sepatu warna hitam, baju warna putih bergaris warna biru, dan celana jeans warna biru.
Berdasarkan unggahan akun Twitter tersebut, kronologi pembunuhan telah diungkap pelaku.
Rupanya, pada malam sebelum sang istri dikabarkan menghilang, Martin menitipkan anak semata wayangnya.
Martin pun berboncengan mengitari daerah sepi bersama istrinya.
Kepada Denpom 1/2 Sibolga, Martin mengaku hendak mencari tempat yang pas untuk membunuh istrinya.
"dan ternyata selama naik motor berdua, teh ayu dibonceng Martin dibawa muter2 ke daerah sepi. Martin bilang ke denpomnya karena mau nyari tempat yang pas buat ngebunuh teh ayu. sesudah nemu yg tepat, dia berhenti dulu buat buka hp dan lanjut lagi jalan," tulis akun tersebut.
Namun di saat berputar-putar itu, tiba-tiba muncul 2 buah sepeda motor yang membuntuti di belakang.
Salah satu sepeda motor tersebut dinaiki oleh 2 orang wanita dan sepeda motor lain dinaiki oleh seorang pria.
Dan tiba-tiba, motor yang dinaiki oleh dua wanita ini menyerang korban dari belakang menggunakan linggis.
Korban yang tak mengenakan helm pun lantas terjatuh.
"oh iya, martin sama teh ayu gak pake helm.. dan dari belakang tiba2 motor yg dinaikin 2 cewek ini mukul teh ayu dari belakang pake linggis. yg mukul cewe yg dibonceng. sesudah itu motor martin sm teh ayu jatuh, dan semua berhenti dipinggir jalan yang pinggirnya jurang hutan gitu," lanjutnya.
Setelah dipukul, rupanya korban masih sadar, namun ia justru dipukuli oleh suaminya.
"sesudah dipukul gitu, teh ayu masih sadar tapi masih megang erat motor. terus martin tarik kerudung teh ayu sampe lepas terus seret rambutnya sekitar 10 meteran katanya. terus teh ayu sempet bilang "abang kok tega sama adek"
dan disinilah si martin nonjokin muka teh ayu sampe berdarah dan meninggal. dan 3 orang tadi yang 2 cewe 1 cowo bantu martin potong2 tubuh teh ayu. ya allah aku gakuat banget disini nangis tadi diceritain bapaknya," tulis akun tersebut.
baca baik2 kawan.. pic.twitter.com/tQg7pxDmh6
— sayang (@litinaar) May 21, 2020.
Lantas, pakaian yang melekat ditubuh korban pun dilepas dan tubuh korban dimutilasi.
Setelah itu tersangka Martin kembali ke kediamannya di Asrama Aek Habil Sibolga.
Berdasarkan utas yang dibuat oleh akun Twitter @litinaar, sebelum kejadian Ayu menghilang, hampir tengah malam, pasangan suami istri itu menitipkan anak semata wayangnya ke tetangga terlebih dahulu.
Akan tetapi, sang sang suami ternyata hanya kembali seorang diri dan ketika ditanya mengenai keberadaan istrinya, ia hanya menjawab dengan santai.
"Ilang, soalnya pas main sama saya dia izin pergi dulu kemana tapi ga balik lagi, ya saya nunggu lama, jadi pulang aja," tutur Martin seperti dikutip dari Twitter @litinaar.
Berdasarkan jawaban Martin yang mencurigakan itulah tetangganya itu melapor kepada Komandan Denpom 1/2 Sibolga.
Komandan Denpom 1/2 Sibolga, Letkol Cpm Hasanuddin Siagian pun lantas mengerahkan jajaran anggotanya untuk mencari keberadaan Ayu, istri Praka Martin.
Sejak saat itu pula, Martin mulai diperiksa dan ditanyai tentang keberadaan istrinya.
Namun, ia justru mengeluarkan pernyataan yang berbeda dari sebelumnya.
"Dia malem2 keluar sendiri naik motor. Tapi ga balik lagi," tutur Martin.
Oknum anggota TNI Praka Martin yang diduga bersekongkol dengan Pelakor menghabisi isterinya sendiri (Kolase via Twitter @litinaar)
Hingga pada akhirnya, kabar ini terdengar di telinga ayah mertuanya, yakni ayah Ayu yang juga anggota TNI.
Mendapat kabar menghilangnya putri kesayangannya, ayah Ayu yang saat itu tengah bertugas di Lombok pun serta merta menelepon menantunya, Martin.
"Ayu mana?," tanya ayah Ayu.
Namun, Martin lagi-lagi menjawab dengan santai.
"Ilang, Pak," kata suami Ayu itu.
Namun, tiba-tiba pada Rabu (20/5/2020) pagi muncul sebuah berita bahwa Ayu dikabarkan ditemukan dalam kondisi hanya tersisa tulang belulang dan tengkoraknya saja.
Dari lokasi kejadian, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, yakni berupa tengkorak kepala yang sudah rusak, tulang betis, tulang rusuk, jilbab berwarna kuning, sepasang sepatu warna hitam, baju warna putih bergaris warna biru, dan celana jeans warna biru.
Praka Martin Priyadi Nata Candra Chaniago, tercatat sebagai anggota Kima Korem 023/KS.
Kini, Praka Martin telah diamankan di Denpom 1/2 Sibolga sebagai tersangka.
Tak hanya Praka Martin, polisi juga mengamankan 2 orang tersangka lainnya yaitu Samaria Magdalena Simatupang (30) dan Winda Novianti Simanjuntak (28) yang saat ini tengah diperiksa intensif di Polres Tapanuli Tengah.
Mendapat kabar menghilangnya putri kesayangannya, ayah Ayu yang saat itu tengah bertugas di Lombok pun serta merta menelepon menantunya, Martin.
Namun, Martin menjawab dengan santai dan hanya mengatakan bahwa Ayu telah menghilang.
Namun, tiba-tiba pada Rabu (20/5/2020) pagi muncul sebuah berita yang kurang menyenangkan.
Ayu Lestari dikabarkan ditemukan dalam kondisi hanya tersisa tulang belulang dan tengkoraknya saja.
Kemudian pada Rabu (20/5/2020) malam, ayah Ayu pun dikabarkan telah berangkat ke Tapteng untuk mengurus kasus putri kesayangannya tersebut.
Pasalnya, kasus ini adalah kasus pembunuhan yang besar yang menimpa putrinya sehingga ia harus turun tangan.

Pencarian tulang belulang Ayu Lestari Ibu Persit Dibunuh Suami dan Pelakor
Ayah Ayu berharap sidang militer segera diadakan dan Martin segera dijatuhi hukuman.
Tulang belulang Ayu Lestari, Ibu Persit yang Dibunuh Suami dan Pelakor
Hingga kini, polisi dan denpom berhasil menyita sejumlah barang bukti, yakni berupa tengkorak kepala yang sudah rusak, tulang betis, tulang rusuk, jilbab berwarna kuning, sepasang sepatu warna hitam, baju warna putih bergaris warna biru, dan celana jeans warna biru. (*)
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul INILAH Sosok Prajurit TNI Praka MP yang Tega Membunuh Istrinya, Bersekongkol dengan Wanita Pelakor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/28-5-2020-oknum-tni-bunuh-istri.jpg)