Sabtu, 2 Mei 2026

KPU Siapkan Alat Mirip Tusuk Gigi Buat Coblos Surat Suara Pada Pilkada 2020

KPU tidak ingin alat coblos saat pilkada justru menjadi tempat penularan corona.

Tayang:
wahyu
pilkada 2020 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 nampaknya tidak akan mengalami pergeseran waktu.

Pemerintah, DPR dan KPU sepakat pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 tetap digelar pada Desember 2020.

Namun, pelaksanaan pilkada di tengah wabah corona itu harus dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

KPU tidak ingin alat coblos saat pilkada justru menjadi tempat penularan corona.

Sebab biasanya ratusan orang dalam satu TPS menggunakan paku yang sama untuk mencoblos surat suara.

"Kita kan masih menggunakan paku untuk mencoblos. Kami ingin menghindari jangan sampai paku dipegang berkali-kali oleh banyak orang untuk mencoblos, karena rentan kalau paku digunakan berkali-kali. Potensi menimbulkan penyebaran virus. Kami berpikiran menggunakan alat coblos sekali pakai,” kata Arief dalam diskusi virtual yang disiarkan dalam YouTube channel Rumah Pemilu, Kamis (28/5).

KPU Datangkan APD, Alat Coblos dan Tinta Sekali Pakai pada Pilkada Serentak

Pilkada Serentak 9 Desember 2020, KPU Kepri Tunggu Instruksi Resmi Tahapan Pemilu

Tetap Digelar Desember 2020, Tito Karnavian Ingatkan Petahana Tak Boleh Gunakan Bansos Untuk Pilkada

KPU mengusulkan penyediaan alat sekali pakai untuk mencoblos guna menghindari penyebaran virus corona.

Arief mencontohkan, alat coblos sekali pakai bisa berupa tusuk gigi. Tapi, ukurannya tidak sekecil tusuk gigi.

Sebab lubang yang dihasilkan tusuk gigi ke dalam kertas suara sangat kecil dan dikhawatirkan tidak terlihat. 

KPU masih mencari alat coblos mulai dari ukurannya. Sehingga kertas suara yang tercoblos pun terlihat dan dianggap sah oleh semua pihak.

"Kami berpikiran menggunakan alat coblos sekali pakai, seperti tusuk gigi tapi bukan
tusuk gigi," katanya.

"Kami sudah bicarakan, dia (alat coblos sekali pakai) harus berukuran sekian, tapi penyediaannya mereka (KPUD) belum tahu.

Bisa saja lubangnya sebesar sumpit, tapi dia agak lebih tajam supaya mudah mencoblosnya. Ini nambah biaya juga pastinya," jelas Arief.

Terkesan dengan Liverpool, Kylian Mbappe Puji Sosok Juergen Klopp di Balik Mesin Kejam Liverpool

Paling Banyak Kasus Gugatan Lahan, Selama Pandemi Covid-19, PTUN Tanjungpinang Tangani 5 Kasus

Pasang Penyaring Air hingga Tanam Lotus, Simak 4 Cara BP Batam Atasi Pencemaran Air Dam Duriangkang

Selain alat unum mencoblos, kata Arief, KPU juga mengusulkan tinta sekali pakai.

Bentuknya nanti bisa diteteskan atau disemprotkan seperti hand sanitizer. Dan ini tentu berimplikasi pada penambahan anggaran.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved