BERITA PENDIDIKAN
Saran Komisi Perlindungan Anak untuk Sekolah Saat New Normal: Tak Ada Istirahat, Belajar Cukup 4 Jam
"Di Australia hanya dua kelas dulu untuk uji coba, termasuk menyiapkan siswa, guru, tenaga pendidik dengan new normal ini," kata Ciput Eka Purwianti
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pemerintah akan menerapkan kebijakan New Normal di tengah pandemi covid-19 dalam waktu dekat.
Kebijakan ini diharapkan membuat sejumlah aktifitas ekonomi dan pendidikan kembali berjalan.
Namun, semua kegiatan itu tetap berlangsung dengan protokol kesehatan agar penyebaran virus corona tidak menyebar.
• UPDATE Harga HP Samsung Bulan Mei 2020, Harga Samsung Galaxy A51 Rp 4,9 jutaan
• Polisi AS Dikecam Atas Tewasnya Warga Kulit Hitam George Floyd, Donald Trump Minta FBI Turun Tangan
• UPDATE Data 15 Negara Kasus Corona Tertinggi di Dunia, Jumat (29/5) Sore, Total 5.804.679
Terkait pendidikan, muncul wacana pengaturan new normal di sekolah dengan menghilangkan jam istirahat dan mengurangi jam belajar hanya menjadi 4 jam saja.
Ide tersebut merupakan rekomendasi yang diusulkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam perumusan protokol new normal di sekolah.
"Namun yang sedang kami rekomendasikan adalah menghilangkan jam istirahat dan memperpendek jam pelajaran, yang sedang didiskusikan masuk 4 jam sehari tanpa jam istirahat," kata Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA Ciput Eka Purwianti dalam webinar, Kamis (28/5/2020).
Hal tersebut bertujuan mencegah kepadatan anak-anak saat masuk dan keluar sekolah secara bersamaan.
Rekomendasi lainnya yakni jam masuk dan pulang antar kelas yang diberlakukan berbeda supaya anak-anak tidak berkerumun saat tiba di gerbang sekolah serta saat akan pulang.
Berkaca dari pengalaman Australia yang sudah mulai menyekolahkan siswa-siswi mereka, kata dia, saat ini tidak semua kelas langsung kembali bersekolah.
• Kemendikbud Pastikan Tanggal 13 Juli 2020 Adalah Tahun Ajaran Baru, Bukan Jadwal Buka Sekolah
• Terkesan dengan Liverpool, Kylian Mbappe Puji Sosok Juergen Klopp di Balik Mesin Kejam Liverpool
"Mereka hanya dua kelas dulu untuk uji coba, termasuk menyiapkan siswa, guru, tenaga pendidik dengan new normal ini," kata dia.
"Kalau di Indonesia saya pikir bisa disiasati dengan diberi jeda masuknya, satu jam. Jadi masuk dan pulang tidak bersamaan sehingga tidak bertumpuk saat keluar masuk gerbang," kata dia.
Selain itu, fasilitas untuk mencuci tangan dengan sabun juga harus diperbanyak oleh sekolah agar tidak terjadi antrean anak-anak yang akan mencuci tangan. (*)
\\
\\
\\