TRIBUN WIKI

Waspada, Kenali Gejala Gigitan Kutu Kucing pada Manusia, Bisa Berakibat Kematian

Kutu kucing dapat membawa bakteri Bartonella henselae biang penyakit cat scratch disease (CSD) serta bakteri Yersinia pestis penyebab penyakit pes.

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNPEKANBARU/Instagram @yukie_catspa
Ilustrasi kutu kucing 

TRIBUNBATAM.id - Pinjal atau kutu kucing (Ctenocephalides felis) bisa menjadi biang penyakit yang membahayakan manusia.

Kutu kucing dapat membawa bakteri Bartonella henselae biang penyakit cat scratch disease (CSD) serta bakteri Yersinia pestis penyebab penyakit pes.

Kedua penyakit akibat infeksi yang dibawa kutu kucing ini bisa berdampak fatal apabila tidak ditangani secara tepat.

Berikut gejala infeksi akibat digigit kutu kucing pada manusia

Gejala cat scratch disease

Melansir laman resmi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS, cat scratch disease (CSD) adalah infeksi bakteri Bartonella henselae yang dibawa kutu kucing.

Kucing yang tampak sehat bisa menyebabkan infeksi CSD saat terinfeksi bakteri Bartonella.

Dalam beberapa studi, bakteri Bartonella ditemukan dalam darah sepertiga kucing sehat, terutama anak kucing.

Penyakit ini kerap menjangkiti anak-anak di bawah 15 tahun, terutama yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

Gejala CSD karena digigit kutu kucing yang paling umum adalah:

- Demam

- Kelenjar getah bening bengkak selang 1-3 minggu setelah digigit kutu kucing

- Timbul keropeng atau luka yang mengering di tempat awal gigitan kutu

- Gejala lain yang bisa timbul di antaranya infeksi mata, nyeri otot parah, sampai pembengkakan otak.

Jika ada beberapa gejala di atas, baiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved