TRIBUN WIKI
Waspada, Kenali Gejala Gigitan Kutu Kucing pada Manusia, Bisa Berakibat Kematian
Kutu kucing dapat membawa bakteri Bartonella henselae biang penyakit cat scratch disease (CSD) serta bakteri Yersinia pestis penyebab penyakit pes.
Gejala penyakit pes
Melansir Harvard Health Publishing, penyakit pes adalah infeksi bakteri Yersinia pestis.
Penyakit ini bisa berkembang menjadi infeksi yang merenggut nyawa apabila tidak segera diobati.
Kucing dapat menyebarkan penyakit pes ke orang sekitarnya dengan membawa kutu yang terinfeksi bakteri Yersinia pestis.
Penyakit ini menyerang dalam berbagai bentuk, di antaranya bubonik, septikemia, dan pneumonik.
Pes bubonik Pes bubonik merupakan penyakit paling umum akibat gigitan kutu kucing.
Gejala penyakit ini di antaranya kelenjar getah bening di area sekitar gigitan kutu jadi nyeri hebat, membengkak, dan kemerahan.
Sekitar dua sampai enam hari setelah digigit kutu kucing, penderita akan mengalami demam tinggi, kedinginan, sakit otot, sakit kepala, dan lemah.
Dengan perawatan medis yang tepat dan cepat, 90 persen pasien dapat bertahan hidup.
Tanpa pengobatan yang tepat, bakteri dapat menyebar ke aliran darah dan penyakit berkembang menjadi pes septikemia.
Pes septikemia
Pes septikemia bisa terjadi dari komplikasi pes bubonik.
Penyakit ini juga bisa timbul saat bakteri Y. pestis masuk ke aliran darah setelah seseorang kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.
Gejala awal pes septikemia adalah mual, muntah, diare, dan nyeri perut.
Tanda-tanda lain infeksi bakteri dari gigitan kutu kucing ini di antaranya pendarahan di bawah kulit, memar, ada darah di urine, kotoran BAB, maupun mimisan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/3005ilustrasi-kutu-kucing.jpg)