Lempar Bom Molotov ke Polisi Saat Demo Terkait George Floyd, Wanita Ini Didakwa Percobaan Pembunuhan
Pembunuhan George Floyd oleh Derek Chauvin yang kini telah dipecat dari kepolisian itu memunculkan gelombang protes di puluhan kota di AS
TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON - Satu dari pengunjuk rasa memprotes tewasnya George Floyd ditangkap polisi di Amerika Serikat.
Aksi protes yang pecah di berbagai negara bagian di Amerika Serikat telah berubah menjadi aksi anarkis.
Sejumlah orang ditangkap karena aksi anarkis tersebut.
• Jadwal Liga Spanyol Pekan 28, Barcelona Main Sabtu (13/6), Real Madrid Main Minggu (14/6)
• Jadi Tersangka Pembunuhan George Floyd, Rumah Tangga Derek Chauvin Kini Terancam, Istri Minta Cerai
• Fitur Baru Twitter, Bisa Atur Cuitan Sesuai Waktu yang Diinginkan
Satu di antaranya adalah Samantha Shader.
Wanita berusia 27 itu kini didakwa dengan empat tuduhan percobaan pembunuhan setelah melemparkan bom molotov ke mobil New York Police Departement (NYPD),
Aksinya itu berlangsung saat kerusuhan yang terjadi karena kematian George Floyd di Brooklyn, AS, sekira pukul 22.30 waktu setempat.
Mobil tersebut diketahui berisi empat petugas polisi.
Dikutip Tribunnews dari Mirror, botol tersebut gagal meledak dan petugas polisi berhasil melarikan diri dari kendaraan tanpa mengalami cedera.
Menurut laporakan, Shader mengaku menggigit salah satu petugas saat dia ditangkap.
Adik Shader yang berusia 21 tahun juga ditangkap ketika berusaha melakukan intervensi saat saudara kandungnya ditahan.
Dia dituduh menolak penangkapan dan menghalangi administrasi pemerintahan.
Kedua saudari itu tinggal di Catskill, New York.
Mereka diklaim memiliki catatan pernah bentrok dengan polisi saat protes.
• Jadwal dan Link Live Streaming Liga Jerman Senin Malam Ini FC Koeln vs RB Leipzig, Live Mola TV
• HP Baru Samsung Galaxy A11 Cocok Untuk Anak Muda, Mulai Dijual Hari Ini Harga Rp 2 Jutaan
Samantha Shader dan saudarinya merupakan dua di antara ribuan orang yang turun ke jalanan New York, ketika huru-hara menyapu AS setelah kematian pria kulit hitam, George Floyd.
Seorang demonstran menendang kendaraan polisi yang rusak di Los Angeles pada 30 Mei 2020 menyusul protes terhadap kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata yang tewas ketika ditangkap dan dijepit ke tanah oleh lutut seorang petugas kepolisian Minneapolis.