BATAM TERKINI
Rela Berdesakan Saat Pandemi Covid-19, Ini Alasan Warga Batam Nekat Urus KTP dan Akta Lahir
Sejumlah warga Batam terlihat berdesakan di kantor Disdukcapil Batam untuk mengurus dokumen kependudukan. Ternyata ini alasan mereka.
Selain Tiurma, warga Batam lainnya yakni Nurlita mengaku terpaksa datang ke kantor Disdukcapil meski harus berdesakan.
"Harus datang pagi bang, biar dapat nomor antrean. Kalau tak datang cepat, bisa gak keurus akta anak saya," ujar sala seorang warga, Nurlita yang ingin mengurus administrasi.
Menurutnya pengurusan harus datang pagi supaya dirinya dapat antrean.
"Bagus langsung datang ke sini biar cepat, sudah hampir dua hari bolak balik. Tapi gak dapat antrean," tandasnya.
Tak hanya Nurlita, beberapa warga lainnya juga demikian.
Meski masih dalam pendemi wabah Covid-19, permasalahan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) masih jadi momok bagi warga.
Bukan tanpa alasan, masih banyak KTP warga yang tak kunjung dicetak.
Akibatnya puluhan warga dan bahkan ratusan masih mendatangi kantor Disdukcapil.
Bahkan mereka tampak mengabaikan himbauan sosial distancing.
Padahal, di depan kantor Disdukcapil telah ada himbauan agar menghindari kerumunan dan melakukan pengurusan administrasi secara online, warga masih saja berdatangan.
Diketahui hingga saat ini masih ada sebanyak 40 ribu antrean KTP yang masih belum dicetak di kantor Disdukcapil lantaran keterbatasan pasokan blanko.
Wakil Wali Kota Berang
Wakil Walikota Amsakar melakukan sidak ke di Kantor Disdukcapil Sekupang Batam, Selasa (2/6/2020)
Dalam sidak itu ia melihat ratusan warga memadati kantor Disdukcapil berkerumun tanpa protokol kesehatan.
Pasalnya, jelang penerapan new normal sejumlah warga belum mengindahkan himbauan pemerintah.
"Bapak, bapak.. ibu, tolong patuhi protokol kesehatan, jaga jarak. Ini kenapa malah berdempet dempet," teriak Amsakar dengan suara meninggi.