Jumat, 17 April 2026

Pidato Menyentuh Barack Obama Soal Aksi Terkait Kematian George Floyd: Harus Ada Harapan Meski Marah

"Dan siapa pun yang bicara soal demo protes, ingatlah, negara ini didirikan atas protes. Itu namanya Revolusi Amerika," ujar Obama

Editor: Mairi Nandarson
OBAMA FOUNDATION
Mantan Presiden AS Barack Obama menyampai pidato virtual soal aksi unjuk rasa terkait kematian George Floyd 

TRIBUNBATAM.id, NEW YORK - Tewasnya George Floyd saat ditangani polisi Minneapolis di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat telah mematik banyak reaksi.

Tindakan Derek Chauvin dengan menekan leher George Floyd dengan lutut yang membuat korban tewas, mematik kemarahan banyak orang di Amerika Serikat.

Berbagai aksi muncul untuk menuntut keadilan atas tindakan Derek Chauvin tersebut.

GEMPA HARI INI, Gempa M 4,8 dan Gempa M 3,8 Guncang Aceh Kamis (4/6) Pagi, Berikut Info BMKG

Data Corona 34 Provinsi di Indonesia Kamis (4/6) Pagi, Total 28.233, Sembuh 8.406, Meninggal 1.698

PSSI Klaim Semua Klub Sepakat Liga 1 dan Liga 2 Dilanjutkan, Ini Penjelasannya

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga terus bersuara terkait kematian George Floyd.

Rabu (3/6/2020) waktu setempat atau Kamis WIB, Barack Obama meminta pengunjuk rasa di seluruh AS tetap berharap meski dalam kondisi marah, karena dia melihat adanya perubahan di masa mendatang.

Pidato Obama berlangsung selama acara yang diselenggarakan secara virtual di balai kota pada Rabu malam dan diselenggarakan My Brother's Keeper Alliance, sebuah program dari Yayasan Obama.

Dalam pidatonya yang penuh harapan sebagaimana dilansir CNN, Obama mengatakan peristiwa penting selama beberapa bulan terakhir termasuk protes atas pembunuhan Floyd dan wabah virus corona.

"Semacam perubahan epik di negara kita yang sama dalamnya dengan apa pun yang selama ini saya temui dalam hidup saya," ungkap Obama.

Kepada para pendemo protes, Obama menghibur melalui acara daring dan mendesak mereka untuk terus melanjutkan demo damai.

Apa yang dikatakan Obama pada Rabu kemarin bukan pertama kalinya dia bicara soal kematian George Floyd dan protes yang berlanjut.

Penjelasan BMKG Terkait Gempa Magnitudo 6.0 di NTB Rabu Malam Pukul 22.54 WIB, Terasa di Denpasar

Piala AFF 2020 Akan Digelar di Akhir Tahun 2020

Sebelumnya dia telah menggunakan beragam media sosial untuk turut berkomentar.

Namun, pidatonya kemarin mewakili untuk sosok presiden pertama dari kalangan kulit hitam yang mengangkat peristiwa kematian George Floyd di depan kamera dan menambah suara pengaruh yang mendorong pemrotes.

Namun dalam pidatonya, Obama juga menekankan pada pemrotes bahwa turun ke jalan tidaklah cukup.

Para pendemo juga diharapkan mampu memberi suara pada Pilpres AS November mendatang.

"Saya telah mendengar sedikit obrolan (tentang) pemilih lawan pemrotes. Politik dan partisipasi versus pembangkangan sipil dan aksi langsung," ujar Obama.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved