RUSUH DI AMERIKA
Terlanjur Viral, Pria Bertato Peta Indonesia Bela George Floyd Sekarang Down, Kang Jaja Minta Maaf
Kabar terbaru pria bertato peta Indonesia saat demontrasi di Amerika Serikat, sang ayah buka suara.
"Dia lakukan sesuatu yang tidak baik, dan kita siap terima konsekuensinya."
"Bukan di Indonesia, karena dia bukan orang Indonesia, dia warga negara Amerika, ini terjadi di sini."
Jaja meminta masyarakat tidak salah tafsir atas apa yang dilakukan Rainey, dengan menganggapnya bertujuan mencemarkan nama baik Indonesia.
"Jangan salah tafsir bahwa dia lakukan lebih dari apa yang dia lakukan, bahwa dia ada niatnya mencemarkan nama baik Indonesia," katanya.
Jaja menyebut saat ini Rainey sedang putus asa dengan keadaan di Amerika Serikat.
Sehingga ia melakukan hal yang sama seperti kebanyakan pemuda di AS.
"Apalagi sekarang ini dia salah ditafsir kelakukannya," tutur Jaja.
"Ada banyak orang, katanya di media sosial yang sampai mau main hakim 'Dia semestinya dihukum mati'."
"Bukan saya mau kurang baik, tapi jangan sampai kita sok suci."
"Sebagian dari tugas saya adalah untuk memang dia diluruskan jalannya."
"Tapi saya juga harus menyegarkan dan membesarkan hati dia, karena dia agak down sekarang ini," tambah Jaja.
Lebih lanjut, Jaja mengungkapkan penyesalan keluarganya.
"Karena kami sekeluarga membawa nama Indonesia, kami bertanggung jawab," ujarnya.
"Kami tidak bersembunyi, kami tidak menutupnya, kami manusia yang belum sempurna, tolong dimaafkan," pungkas dia.
Pengakuan Rainey
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pria-bertato-kepulauan-indonesia-ikut-bikin-rusuh.jpg)