Senin, 11 Mei 2026

VIRUS CORONA DI CHINA

China Ungkap Penelitian Terbaru, Obat Tekanan Darah Tinggi Bisa Lindungi dari Covid-19?

Penelitian terhadap obat untuk Covid-19 di China mendalami soal obat tekanan darah tinggi. Apakah dengan obat ini bisa melindungi dari tertular wabah?

Tayang:
dailymail.co.uk
Ilustrasi penanganan virus Corona di China. 

TRIBUNBATAM.id, BEIJINGChina baru-baru ini mengungkapkan hasil penelitiannya terkait virus Corona atau Covid-19.

Penelitian terhadap obat untuk Covid-19 itu, mendalami soal obat tekanan darah tinggi.

Menurut penilitian di China tersebut, obat tekanan darah tinggi bisa membantu manusia untuk menghindari risiko tertular.

Dikutip dari CNA, secara keseluruhan, pasien dengan tekanan darah tinggi memiliki risiko kematian dua kali lipat.

Lalu lebih mungkin membutuhkan ventilasi mekanis untuk membantu mereka bernapas daripada mereka yang tidak hipertensi.

Demikian berdasar faktor risiko yang diketahui menurut para peneliti yang dilaporkan pada Kamis (4/6/2020) di European Heart Journal.

AS dan China memanas, AS Sebut China Sengaja Gunakan virus Corona Untuk Kuasai Laut China Selatan

Dituliskan bahwa pasien yang menggunakan segala jenis obat untuk mengendalikan tekanan darah mereka memiliki risiko kematian yang lebih rendah secara signifikan dari Covid-19 daripada mereka yang tidak dirawat karena hipertensi.

Hal itu ditentukan melalui penelitian terhadap hampir 2.900 pasien yang dirawat di bulan Februari dan Maret di Rumah Sakit Huo Shen Shan di Wuhan, China.

Dengan mengumpulkan data dari studi sebelumnya, tim peneliti juga menemukan obat tekanan darah dari kelas yang dikenal sebagai ACE inhibitor dan ARB khususnya mungkin terkait dengan risiko kematian yang lebih rendah dari Covid-19.

Beberapa makalah telah menyarankan obat dapat meningkatkan kerentanan Covid-19.

"Kami cukup terkejut bahwa hasil ini tidak mendukung hipotesis awal kami; pada kenyataannya, hasilnya berada di arah yang berlawanan, dengan tren yang mendukung ACE inhibitor dan ARB," kata rekan penulis Fei Li dari Rumah Sakit di China.

Bukti sejauh ini berasal dari penelitian observasional daripada uji coba secara acak.

"Kami menyarankan bahwa pasien tidak boleh menghentikan atau mengubah pengobatan antihipertensi biasa mereka kecuali diinstruksikan oleh dokter", kata Li.

American College of Cardiology, American Heart Association dan Heart Failure Society of America merekomendasikan pasien untuk melanjutkan obat hipertensi yang diresepkan untuk mereka.

Hasilnya, kemungkinan bahwa obat-obatan ini dapat dipelajari sebagai pengobatan untuk Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved