TRIBUN WIKI
Dari Hormonal Hingga Alami, Kenali Beragam Jenis Kontrasepsi Beserta Efek Sampingnya
Kontrasepsi adalah cara untuk mencegah kehamilan baik menggunakan alat atau obat pencegah kehamilan. Berikut jenis, kelebihan, dan efek sampingnya.
- Perdarahan ringan di antara masa hid
- Keluar flek-flek
- Tidak haid
- Sakit kepala
4. Intra uterine system (IUS)
• Fakta 2 WNI ABK Kapal Bendera China Terjun ke Laut, Kerap Dianiaya, Dijanjikan Puluhan Juta Rupiah
Cara kerja IUS pada dasarnya adalah menggabungan kontrasepsi jenis intra uterine device ( IUD) dan kontrasepsi hormonal dengan cara menambahkan hormon (levonorgestrel) ke dalam IUD.
Bentuk IUS hampir serupa dengan IUD.
Setiap harinya, IUS akan melepaskan sejumlah hormon levonorgestrel di dalam rahim untuk mencegah terjadinya pembuahan.
Selain itu, IUS akan mengentalkan lendir rahim sehingga pergerakan sperma di dalam rahim dan tuba falopi dapat dicegah.
Kelebihan:
- IUS sangat praktis digunakan karena dapat dipasang dan dilepas dengan mudah setiap saat dengan bantuan tenaga kesehatan atau dokter.
- Kontrasepsi ini adalah kontrasepsi jangka panjang karena dapat digunakan selama 5 tahun
• Artis Niken Anjani dan Adimaz Pramono Menikah, Pakai Masker dan Kebaya Dihari Pernikahan
Kekurangan atau efek samping:
- Menjadikan menstruasi lebih pendek, ringan dan mengurangi rasa sakit ketika haid
Jenis kontrasepsi non-hormonal
1. Kondom
Kondom adalah alat kontrasepsi yang mudah dan praktis digunakan.
Efektivitas kondom dalam mencegah kehamilan meningkat, terutama setelah ditambahkan lubrikan spermisida di alat ini.
Kelebihan:
Selain kehamilan, kondom juga bisa mencegah penularan penyakit kelamin, termasuk infeksi HIV/AIDS
Kekurangan atau efek samping:
- Penggunaan kondom bagi sebagian orang dapat menimbulkan alergi dari bahan yang digunakan untuk membuat alat kontrasepsi ini
- Pada pemakaian yang tidak tepat, kondom bisa terlepas.
- Jika terjadi hal tersebut, kehamilan pun bisa terjadi
2. Intra uterine device ( IUD)
IUD merupakan alat kontrasepsi yang memiliki bentuk seperti huruf T.
IUD dapat digunakan dengan cara, dimasukkan ke dalam rongga rahim oleh bidan atau dokter yang terlatih.
Dalam pemasangan IUD, biasanya menyisakan sedikit benang di vagina untuk menandakan posisi alat ini.
Kelebihan:
- IUD tembaga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama, yakni sekitar 8-10 tahun.
Meski demikian, pemeriksaan rutin tetap perlu dilakukan karena jika pemasangan IUD tidak tepat atau posisinya berubah, bisa memungkinkan terjadinya kehamilan
- IUD sangat efektif mencegah kehamilan
Kekurangan atau efek samping:
- Masa haid berubah lama dan banyak
- Ada kemungkinan terjadi infeksi panggul
3. Metode sederhana atau vaginal
Bagi wanita, Anda juga dapat melakukan kontrasepsi dengan menggunakan spermisid atau tisu KB, difragma, dan kap.
Alat kontrasepsi ini dapat dipakai sendiri oleh para wanita.
Caranya, yakni dengan memasukkannya ke dalam vagina sebelum berhubungan seks.
Kelebihan:
- Alat kontrasepsi ini efektif mencegah kehamilan jika digunakan dengan benar
Kekurangan atau efek samping:
Kemungkinan terjadinya infeksi saluran kencing
4. Tubektomi
Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fesrtilitas (kesuburan) seorang wanita dengan cara mengikat dan memotong atau memasang cincin pada saluran tuba sehingga ovum tidak dapat bertemu dengan sel sperma.
Tubektomi menjadi cara KB permanen bagi wanita yang yakin tak ingin memiliki anak.
Tubektomi dilakukan dengan cara operasi sederhana, yakni hanya membutuhkan bius lokal.
Kelebihan:
- Cara ini sangat efektif mencegah kehamilan
Kekurangan atau efek samping:
- Kemungkinan tidak ditemukan adanya efek samping jangka panjang.
- Hanya rasa tidak nyaman setelah melakukan operasi
5. Vasektomi
Vasektomi adalah kontrasepsi yang dilakukan oleh laki-laki dengan cara sterilisasi.
Sama seperti tubektomi pada wanita, vasektomi merupakan kontrasepsi permanen pada pria.
Vasektomi dilakukan dengan cara, memblokir atau memotong vas deferens tabung yang membawa sperma dari testis.
Vasektomi menjaga sperma keluar bersama cairan semen saat terjadi ejakulasi.
Kelebihan:
- Vasektomi bisa dikatakan 99 persen efektif mencegah kehamilan.
- Namun, evaluasi cairan semen perlu dilakukan paling tidak 3 bulan setelah pelaksanaan vasektomi untuk mengetahui apakah masih ada sperma yang disimpan dan ikut keluar bersama cairan semen atau tidak.
- Vasektomi tidak memengaruhi kinerja seksual pria
Kekurangan atau efek samping:
- Kemungkinan tidak ditemukan adanya efek samping jangka panjang.
Hanya rasa tidak nyaman setelah melakukan operasi
- Meski sudah bersifat permanen, metode ini tidak dapat mencegah penularan penyakit kelamin
Jenis kontrasepsi alami
1. Sistem KB kalender
Kontrasepsi dengan sistem KB kelander tidak perlu menggunakan alat atau tindakan operasi.
Kontrasepsi dilakukan dengan menggunakan penghitungan masa subur wanita, dan menghindari berhubungan seks pada masa subur.
Kelebihan:
- Metode sistem KB kalender yang sangat murah karena tidak perlu mengeluarkan uang
- Tidak perlu menggunakan bantuan alat apapun
Kekurangan atau efek samping:
- Sistem KB kalender ini termasuk kontrasepsi yang kurang efektif.
- Cara ini memiliki kemungkinan gagal hingga mencapai 20 persen
2. Menyusui
Pada ibu yang menyusui secara eksklusif atau memberikan ASI ekslusif kepada anaknya, pembuahan tidak dapat terjadi selama 10 minggu pertama, sehingga kehamilan dapat dicegah.
Kelebihan:
- Jika ingin menggunakan cara ini, Anda tentu tidak perlu mengeluarkan uang
- Anda tidak perlu menggunakan alat apapun atau mengonsumsi apapun
Kekurangan atau efek samping:
- Metode ini memang kurang efektif untuk mencegah kehamilan.
- Biasanya pasangan yang menggunakan metode ini menunggu haid pertama setelah melahirkan sebagai acuan untuk berhenti berhubungan seks, padahal masa pembuahan terjadi sebelum adanya menstruasi.(TribunBatam.id/Widi Wahyuning Tyas) (Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Jenis Kontrasepsi Beserta Kelebihan dan Kekurangannya".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kontrasepsi_20170416_073131.jpg)