TRIBUN WIKI
Konsumsi Produk Olahan Susu bisa Turukan Risiko Hipertensi dan Diabetes
Sebuah studi mengungkapkan konsumsi produk olahan susu bisa membantu menurunkan risiko terkena tekanan darah tinggi ( hipertensi) dan diabetes.
TRIBUNBATAM.id - Sebuah studi mengungkapkan konsumsi produk olahan susu bisa membantu menurunkan risiko terkena tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes.
Studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal BMJ Open Diabetes Research & Care tersebut, juga menemukan bahwa mengonsumsi produk olahan susu dengan kandungan lemak utuh jauh lebih baik bagi kesehatan, dibanding olahan susu yang rendah lemak.
Banyaknya mengonsumsi produk olahan susu, seperti susu, yogurt, dan keju, terutama dengan kandungan lemak utuh daripada rendah lemak, berkaitan dengan risiko yang lebih rendah terkena sindrom metabolik juga hipertensi dan diabetes.
Penelitian dilakukan Mente bersama timnya pada 147.812 responden dari 21 negara di Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa.
Para peserta berkisar pada usia 35-70 tahun.
Tim peneliti mempelajari asupan makanan peserta selama satu tahun melalui kuesioner.
Peserta mencatat berapa kali mereka telah mengonsumsi produk olahan susu dalam daftar yang ada pada kuesioner.
Daftar tersebut mencantumkan beberapa produk olahan susu seperti yogurt, keju, susu, dan hidangan yang berbahan susu.
Tapi mentega dan krim tidak di masukkan ke dalam daftar karena bukan menu umum yang disantap di banyak negara.
Produk olahan susu tersebut digolongkan menjadi dua kategori yakni dengan kadar lemak utuh dan rendah lemak.
Selain itu, para peneliti juga mempertimbangkan informasi masing-masing peserta, mencakup riwayat medis, resep hidangan, pendidikan, tekanan darah, lingkar pinggang, kadar glukosa dan lemak dalam darah.
Hasilnya, ditemukan bahwa kebiasaan mengonsumsi setidaknya 2 porsi olahan susu per hari menurunkan risiko terkena sindrom metabolik sebesar 24 persen, dibandingkan dengan tidak mengonsumsi susu sama sekali.
Sindrom metabolik merupakan sekelompok gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan, meliputi peningkatan tekanan darah tinggi, penumpukan lemak di sekitar pinggang, kenaikan kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida.
Kondisi ini membuat penderitanya berisiko tinggi mengalami penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
Selain itu, ditemukan setidaknya 2 porsi olahan susu dengan kadar lemak utuh menurunkan risiko terkena sindrom metabolik sebesar 28 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-segelas-susu1.jpg)