Breaking News:

PENYELUNDUPAN NARKOBA DI KARIMUN

Dijanjikan Upah Rp 66 Juta, 3 Warga Karimun Ini Mengaku Baru Pertama Kali Jadi Kurir Narkoba

Dalantamal IV Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto mengatakan, upah Rp 66 juta itu akan dibayarkan setelah barang sampai ke pemesan.

Penulis: | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ELHADIF PUTRA
Tiga warga Karimun yang menyelundupkan 2 kilogram sabu-sabu digiring di Mako Lanal TBK, Selasa (9/6/2020) 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Para pelaku penyelundupan 2 kilogram sabu yang tertangkap oleh Tim F1QR Lanal TBK dijanjikan upah puluhan juta.

Menurut pengakuan para pelaku kepada TNI AL, mereka membawa sabu asal Malaysia ke Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Apabila berhasil maka mereka akan mendapatkan upah sekitar 20.000 Ringgit Malaysia atau setara Rp 66 juta. Namun mereka baru akan menerima upah tersebut jika dapat menyerahkannya kepada pemesan.

"Kalau dibagi tiga maka masing-masing memperoleh Rp 22 juta. Tapi mereka belum terima upah," jelas Dalantamal IV Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto, saat memimpin ekspos di Mako Lanal TBK, Selasa (9/6/2020) siang.

Kepada petugas, ketiga pelaku mengatakan baru pertama kali membawa narkoba.

Indarto saat diwawancara usai ekspos menyebutkan, pemilik dari barang haram tersebut pasti ada.

"Dia cuma bawa. Biasanya sudah ada yang menerima. Ini masih pendalaman," terangnya.

Terancam Hukuman Mati

Tiga warga Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terancam hukuman mati.

Hal ini disebabkan atas tindakan mereka menyelundupkan 2 kilogram narkoba jenis sabu dari negara Malaysia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved