Breaking News:

KISRUH POLITIK MALAYSIA

Tinggalkan Oposisi, Wakil Presiden PKR Dukung PM Muhyiddin Hadapi Mahathir Mohamad di Parlemen

Jugah Muyang bergabung untuk memperkuat koalisi yang berkuasa dalam persaingan di parlemen menghadapi mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad

Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
AFP/MOHD RASFAN
Muhyiddin Yassin, Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamadsaat masih akur pada 1 Juni 2018. 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Gejolak politik di negeri jiran Malaysia belum berakhir di tengah pandemi covid-19 ini.

Terbaru, kekuatan oposisi sedikit berkurang setelah Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat ( PKR ),Jugah Muyang,  memutuskan meninggalkan partai oposisi itu.

Jugah Muyang mengumumkan meninggalkan jabatan Wakil Presiden PKR pada Jumat (5/6/2020) pekan lalu.

9 Tempat Wisata Paling Banyak Dikunjungi di Dunia, dari Machu Picchu Peru sampai Air Terjun Niagara

Tak Bisa Impor Hewan Hidup, Umat Islam Singapura Tetap Bisa Berkurban Saat Idul Adha, Ini Caranya

Rakyat Singapura Harus Kuat Hadapi Krisis Ekonomi Karena Covid-19, PM: Negara Ini Lahir Saat Krisis

Jugah Muyang memilih mendukung pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Jugah Muyang bergabung untuk memperkuat koalisi yang berkuasa dalam persaingan di parlemen menghadapi mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad. 

Keputusan Jugah Muyang ikut dipengaruhi oleh sikap Wakil Menteri Pekerjaan Shahruddin Salleh yang mundur dari pemerintah pada hari Kamis (4/6/2020), yang tampaknya memberi dukungannya kepada Tun Dr Mahathir.

Dengan bergabungnya Jugah berarti PM Muhyiddin kini mendapat dukungan setidaknya dari 113 anggota dari 222 anggota parlemen federal Malaysia.

Jumlah ini bertambah beberapa jam setelah Menteri Fungsi Khusus Redzuan Yusof membantah desas-desus ia akan meninggalkan Perikatan Nasional (PN).

"Saya berdiskusi dengan para pendukung saya dan mereka setuju bahwa saya mendukung pemerintah PN untuk kebaikan dan pengembangan Lubok Antu," kata Jugah dalam sebuah pernyataan.

Dia menjelaskan, dia telah bergabung dengan PKR setelah pemilihan Mei 2018 karena daerah pemilihannya di pedesaan Sarawak sangat membutuhkan dukungan pemerintah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved