VIRUS CORONA DI SINGAPURA
Rakyat Singapura Harus Kuat Hadapi Krisis Ekonomi Karena Covid-19, PM: Negara Ini Lahir Saat Krisis
"Mereka menunjukkan bagaimana kita bisa muncul lebih kuat dari krisis ini, dengan kesadaran yang lebih tajam sebagai orang Singapura,” katanya
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Perdana Menteri Singapura menyampaikan pidato kenegaraan yang disiarkan televisi nasional negara itu Minggu (7/6/2020).
Dalam pidato kenegaraan itu, PM Singapura Lee Hsien Loong menyampaikan tantangan Singapura ke depan paska krisis covid-19.
PM Lee Hsien Loong menyatakan Singapura akan menghadapi situasi sulit karena pandemo covid-19.
• Terjebak di Singapura Saat Krisis Covid-19: Saya Tahu Ramadhan Sudah Lewat, Tapi Saya Terpaksa Puasa
• PM Singapura Bicara Masa Depan Setelah Krisis Covid-19: Ini Akan Sulit, Tapi Singapura Akan Kuat
• Data Corona 34 Provinsi di Indonesia Senin (8/6) Pagi, Total 31.186, Sembuh 3.130, Meninggal 1.851
Namun, Lee Hsien Loong optimis krisis dan situasi sulit ini akan bisa dihadapi warga Singapura.
Untuk itu, Lee Hsien Loong mengajak warga Singapura untuk bersatu dan tetap tangguh agar negara tersebut dapat mengatasi dampak pandemi Covid-19.
PM Singapura menyebut krisis covid-19 ini sebagai "krisis satu generasi", namun, Lee yakin Singapura akan muncul lebih kuat karena rakyat adalah kekuatannya.
“Sekali-sekali, bangsa ini diuji dengan keras, seperti saat ini."
"Beberapa dari kita tumbuh di bawah tekanan dan muncul dari krisis. Yang lain tumbuh karena tekad ketika yang kuat dari mereka dalam menghadapi rintangan yang menakutkan, menemukan kekuatan dalam diri, ”katanya dalam pidato yang disiarkan secara nasional.
“Dan itu telah menjadi kisah kami di Singapura: Dalam krisis, kami tidak pernah gagal merebut peluang dari bahaya.”
Pidato Lee adalah yang pertama dalam serangkaian siaran nasional di mana para menteri kabinet akan menjabarkan rencana negara pasca-COVID-19.
“Dalam beberapa minggu ke depan, beberapa menteri akan menyapa Anda dan membagikan rencana kami kepada Anda. Kami memiliki agenda penuh pada tahun-tahun mendatang, ”katanya.
Banyak warga Singapura yang tetap menegakkan kepala saat krisis terjadi, kata Perdana Menteri.
Lee memberikan contoh petugas kesehatan, pejabat publik, pemimpin akar rumput dan sukarelawan yang telah maju membantu orang lain yang membutuhkan.
• Kasus Corona Nomor 2 Tertinggi di Dunia, Brazil Hapus Data Corona di Situs Pemerintah
• Hebat, Selandia Baru Laporkan Pasien Terakhir Covid-19 Sudah Dipulangkan, Tak Ada Lagi Kasus Corona
• Berbekal Surat Rapid Test Non-Reaktif, Test Swab 2 Penumpang Pesawat Ini Positif Saat Tiba di Padang
Ada beberapa kegiatan pendukung di asrama pekerja migran yang sangat terpukul oleh coronavirus, orang-orang menjahit masker untuk didistribusikan, sukarelawan membeli bahan makanan untuk keluarga yang menjalani karantina, serta beberapa memperbaiki komputer untuk siswa yang membutuhkan belajar dari rumah.
Di luar negeri, warga Singapura telah menempuh jarak ratusan kilometer untuk menjemput sesama warga untuk mengejar penerbangan Singapore Airlines pulang, kenangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/perdana-menteri-singapura-lee-hsien-loong.jpg)