Kamis, 23 April 2026

Tembus 1.241 Kasus Baru Sehari, Rabu (10/6/2020), Tertinggi Selama Covid-19 Muncul di Tanah Air

Kasus baru Covid-19 di tanah air bertambah sangat signifikan selama Selasa (9/6/2020) dan Rabu (10/6/2020).

Editor: Thom Limahekin
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
TES SWAB - Petugas mobil PCR melakukan tes swab kepada 200 warga Kalirungkut, Medokan Ayu, Tenggilis dan Gunung Anyar di Utara Kecamatan Rungkut, Senin (1/6). Sebanyak 600 warga, Senin (1/6) melakukan pemeriksaan swab dengan 2 tim mobil PCR bantuan BNPB yang melakukan pemeriksaan di 3 tempat (RS BDH, RSI A Yani dan di Utara Kecamatan Rungkut). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA – Penambahan jumlah kasus Covid-19 di tanah air selama dua hari terakhir begitu signifikan.

Bahkan penambahan tersebut tercatat paling tinggi selama kasus Covid-19 mulai ditemukan di Indonesia.

Data Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 menyatakan pada Selasa (9/6/2020), ada 1.043 kasus baru Covid-19 di Indonesia.

Jumlah kasus baru ini merupakan kali pertama menembus angka lebih dari 1.000 kasus dalam sehari.

Sedangkan pada Rabu (10/6/2020), di Indonesia tercatat ada penambahan 1.241 kasus baru Covid-19 dalam waktu 24 jam.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan ada faktor tracing contact yang lebih massif.

MULAI BERAKTIVITAS - Sejumlah warga Karimun mulai beraktivitas di Coastal Area, Kamis (11/6/2020). Sebelum ada Covid-19, tempat ini memang menjadi pilihan tempat santai warga.
MULAI BERAKTIVITAS - Sejumlah warga Karimun mulai beraktivitas di Coastal Area, Kamis (11/6/2020). Sebelum ada Covid-19, tempat ini memang menjadi pilihan tempat santai warga. (TRIBUNBATAM.ID/ELHADIF PUTRA)

Kasus Positif Covid-19 Menyentuh Angka 35.295, Komisi Anak Ragu Sekolah Siap Melakukan New Normal

Faktor itulah yang menyebabkan jumlah penambahan kasus baru Covid-19 mencatat rekor tertinggi.

Pemberlakuan tracing contact yang semakin masif itu menurutnya sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo.

"Kita bisa melihat bahwa memang secara keseluruhan kita masih mengalami peningkatan kasus Covid-19," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Rabu sore.

"Akan tetapi kalau kita lihat penambahan kasus positif ini karena tracing agresif dilakukan.

Karena itu sebagian besar penambahan kasus ini (berasal) dari spesimen yang dikirim Puskesmas atau dinas kesehatan," lanjutnya menjelaskan.

Dengan kata lain, Yuri menegaskan jika spesimen yang diperiksa dalam 24 jam terakhir tidak didominasi dari yang dikirim rumah sakit.

Dengan demikian, menurutnya, pelaksanaan tracing yang agresif bisa menambah begitu banyak kasus positif.

Setelah itu, individu yang dinyatakan positif diharapkan bisa melakukan isolasi secara mandiri agar bisa memutus rantai penularan di tengah masyarakat.

Sebelum penambahan tertinggi yang terjadi pada 9 dan 10 Juni lalu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved