Senin, 13 April 2026

BATAM TERKINI

UMKM Batam 'Babak Belur' Selama Pandemi Corona, DPRD Diminta Gesa Dana PEN Pemerintah Pusat

Dengan adanya PEN diharapkan mampu mendorong hadirnya stimulus kepada UMKM di Kota Batam.

|
TribunBatam.id/Istimewa
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto meninjau pembuatan masker kain di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Kamis (16/4/2020). Pelau UMKM perlu mendapat perhatian pemerintah, khususnya saat pandemi Covid-19 seperti sekarang. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dukungan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat senilai Rp 150 triliun untuk dunia usaha sangat dibutuhkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sejatinya, UMKM adalah salah sektor penopang ekonomi di Kota Batam, sehingga perlu mendapat perhatian.

"Sehingga UMKM bisa terus bertahan dan inovatif dalam kondisi pandemi Covid-19 yang sudah beberapa bulan di Batam," ujar Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendra Asman, Kamis (11/6/2020).

DPRD Batam menurutnya memahami kalau kondisi keuangan pemerintah tidak normal pada saat ini.

Namun ia berharap kepada dinas terkait terus berupaya dan cari aturan yang bisa menumbuhkan semangat para pelaku UMKM.

Dengan adanya PEN ini, lanjut Hendra, mampu mendorong hadirnya stimulus kepada UMKM di Kota Batam.

Baik berupa pelatihan melalui dalam jaringan (daring), pendampingan, pengadaan alat penunjang UMKM, dan dana bergulir.

Sebagai solusi mendukung berjalannya ekonomi nasional setelah terdampak Covid-19 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) bisa memaksimalkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat.

Demikian hal ini diungkapkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Haripinto Tanuwidjaja.

"Masyarakat butuh modal kerja baru, itu sudah disiapkan pemerintah," kata Haripinto.

Menurutnya dana bantuan ini dinilai menjadi solusi bagi para UMKM. Sejatinya melalui program PEN ini, pemerintah mengalokasikan dana pendukung untuk dunia usaha sebesar Rp 150 triliun dan sektor industri sebesar Rp 70,1 triliun dan dunia usaha sebesar Rp 150 triliun.

UMKM sendiri memiliki kontribusi besar terhadap dunia usaha di Indonesia, tidak hanya kontribusi pada produk domestic bruto, namun juga menyerap tenaga kerja. Sejak 2018 lalu, sekitar 64.199.606 unit usaha UMKM di Indonesia, dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 120.598.138 orang.

Angka ini mengalami kenaikan dibanding tahun 2017 lalu, dengan persentase sebesar 2,02 persen atau bertambah sebanyak 1.271.529 untuk unit usaha.

Data Jumlah Penerbangan dan Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Sejak Senin (8/6)

Jawaban Polri Soal Ramai Kabar Said Didu Jadi Tersangka Dugaan Pencemaran Nama Baik Luhut Binsar

Sedangkan untuk jumlah tenaga kerja, naik sebesar 0,28 persen dengan penambahan jumlah tenaga kerja sebanyak 337.961 orang.

Sementara untuk di Kepri sendiri, jumlah UMKM yang tercatat di ODS Kementerian UMKM pada 2020 ini ada sebanyak 106.441 unit.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved