2 Pasangan Pengantin Baru Ditangkap Polisi, Ternyata Modal Nikah Dari Hasil Kejahatan Bobol ATM
Tiga pelaku pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jalan Melasti, Uluwatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, dibekuk polisi.
TRIBUNBATAM.id, BALI- Pelaku pembobolan Mesin ATM dibekuk petugas kepolisian.
Terungkap, uang hasil pembobolan ATM tersebut digunakan para pelaku untuk melangsungkan pernikahan mereka.
Tiga pelaku pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jalan Melasti, Uluwatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, dibekuk polisi.
Aksi membobol mesin ATM tersebut dilakukan Sabtu (9/5/2020) pukul 03.00 Wita.
• Dipercaya Bisa Sembuhkan Jerawat, Simak Sejumlah Manfaatnya Baby Oil Untuk Wajah
• Jangan Sepele Kram dan Gangguan Menstruasi, Karena Bisa Berujung Fatal Bagi Penderitanya
• Dicekoki Obat dan Diperkosa 5 Pria, Gadis 16 tahun Tewas Meregang Nyawa, Polisi Buru Para Pelaku
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol Dodi Rahmawan mengatakan, tiga tersangka yakni EAS (28 tahun), H (20 tahun), dan RB (28 tahun).
Mereka menggondol uang sekitar Rp 750 juta dari mesin ATM yang dibobol.
Dodi menuturkan, H dan RB ditangkap usai menikah di kampung halamannya masing-masing.
Uang hasil pembobolan ATM rupanya digunakan membeli perlengkapan nikah dan resepsi pernikahan.
Barang bukti yang diamankan dari pernikahan meliputi cincin emas, gelang emas, dan boneka.
• Malaysia dan Brunei Ikuti Langkah Indonesia, Batal Kirim Jemaah Haji Tahun Ini
• Maskapai hanya Angkut 20 Penumpang, Lion Air Layani Kargo Tujuan Jakarta dari Tanjungpinang
“Keduanya belum sempat bulan madu malah ditangkap. Pengakuan dari kedua tersangka mereka menggunakan uang hasil kejahatan itu untuk biaya pernikahan sekitar Rp 30 juta perorang," kata Dodi, di Mapolda Bali, Jumat (12/6/2020).
Penangkapan ketiga tersangka berawal dari laporan sebuah bank yang mesin ATM-nya dibobol.
Polisi lalu memeriksa rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian.
Dari rekaman tersebut diketahui ada seseorang yang datang mematikan listrik mesin ATM.
Polisi lalu memeriksa semua karyawan yang berhubungan dengan mesin ATM tersebut.
Kecurigaan mengerucut kepada tersangka ES yang merupakan karyawan di perusahaan jasa vendor pengamanan mesin ATM.
Selain itu, ia juga mengajukan pengunduran diri sehari sebelum pembobolan.