WHO Kecolongan, Amerika Sebut China Bohong Soal Awal Munculnya Virus Corona, Beri Bukti Foto Satelit
Penyebaran virus Corona membuat sejumlah negara mencurigai China sebagai dalang keberadaan virus tersebut.
TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON- Penyebaran virus Corona membuat sejumlah negara mencurigai China sebagai dalang keberadaan virus tersebut.
Satu di antara negara yang terang-terangan menuding China menyembunyikan sesuatu perihal pandemi virus corona adalah Amerika Serikat.
Selama ini Amerika Serikat selalu menghujani tuduhan negeri Tirai Bambu ini menyembunyikan soal Covid-19, termasuk awal kemunculannya.
Nampaknya tuduhan Amerika ini hampir mendekati kebenaran.
Foto citra satelit memperlihatkan kota Wuhan disinyalir telah merebak Covid-19 sejak sekitar September 2019 silam.
• Kabar Terbaru Proses Vaksin Virus Corona di Indonesia, Bisa Diedarkan Akhir Tahun 2020?
• KPPAD Kepri Saran Ada Sekolah Percontohan, Terkait Siswa Kembali Belajar di Sekolah di Tengah Corona
Sedangkan, negara pimpinan Xi jinping ini baru melaporkan kasus corona pada organisasi kesehatan dunia, WHO, pada akhir Desember 2019.
Jika saja dilaporkan ke WHO sejak awal mula kemunculannya, pandemi takkan menggerogoti seluruh dunia seperti sekarang.

Seperti diketahui, penyebaran Covid-19 sampai sekarang masih menjadi perdebatan sengit dan belum menemukan hasil atas asal usul penularan pertama kalinya.
Dalam berita yang beredar sebelumnya, Wuhan, China, merupakan tempat pertama virus corona ditemukan.
Kini virus corona telah menjangkiti 7 juta orang dan sudah menewaskan orang lebih dari 400 ribu korban di dunia.
Pemerintah China juga sudah menginformasikan wabah ini pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Desember 2019.
• Kisah Prada Budi, Suku Anak Dalam Jadi Prajurit TNI AD, Kini Bertugas di Perbatasan Timor Leste
• Kabar Terbaru Proses Vaksin Virus Corona di Indonesia, Bisa Diedarkan Akhir Tahun 2020?
Amerika Serikat menuduh China menutup-nutupi saat virus corona ini merebak pertama kali di Wuhan.
Mereka meyakini virus ini telah menyebar jauh sebelum Desember, walaupun dibantah oleh China.
Hampir sejalan dengan tudingan negeri Paman Sam, penelitian di Harvard Medical School juga memperlihatkan adanya kemungkinan, virus corona pertama kali di Wuhan sejak September 2019.

Hal ini terbongkar lewat data satelit dengan mengamati lonjakan lalu lintas di sekitar lima rumah sakit besar di Wuhan.