Breaking News:

BINTAN TERKINI

Paling Banyak di Januari, 21 Warga Bintan Terserang Demam Berdarah Hingga 10 Juni 2020

Sejumlah upaya sudah dilakukan Dinkes Bintan untuk membasmi dan mencegah berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Istimewa
Nyamuk penyebab demam berdarah. Jumlah warga Bintan terserang demam berdarah tercatat 21 orang sejak Januari hingga 10 Juni 2020. Foto ilustrasi. 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan mencatat ada sebanyak 21 orang warga di Kabupaten Bintan terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) dari bulan Januari sampai tanggal 10 Juni 2020.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bintan, drg, Euis menuturkan, jumlah masyarakat yang terserang penyakit DBD yang hingga 21 orang itu dirangkum Dinas Kesehatan Bintan dari sejumlah Puskesmas dan RSUD yang ada di Kabupaten Bintan.

"Jadi dari beberapa bulan di tahun 2020 ini, paling banyak warga yang terserang DBD di bulan Januari kemarin dengan jumlah 11 orang," terangnya, Minggu (14/6/2020).

Ia merincikan, jumlah masyarakat yang terserang DBD sejak Januari hingga Juni 2020, yakni di bulan Januari masyarakat yang terserang DBD sebanyak 11 orang, Februari sebanyak 2 orang, Maret 1 orang, April nihil, Mei 4 orang dan bulan Juni pertanggal 10 sebanyak 3 orang.

"Bulan April itu tercatat tidak ada masyarakat yang terjangkit Dema Berdarah," tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan, dr Gama AF Isnaeni mengakui bahwa kasus DBD di Bintan memang masih sering menyerang warga Kabupaten Bintan.

Sehingga menjadi perhatian Dinkes, khususnya di permukiman padat penduduk yang ada di daerah Bintan.

Apalagi di situasi musim, penghujan sangat rawan terjangkit DBD.

Sejumlah upaya sudah dilakukan Dinkes Bintan untuk membasmi dan mencegah berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Mulai dari sosialisasi 3M Plus kepada warga dan menggelar gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) satu rumah satu jumantik.

Edaran Dirjen Imigrasi, Layanan Pembuatan Paspor di Karimun Kembali Dibuka Senin (15/6)

Satresnarkoba Polresta Barelang Bekuk 3 Tersangka, Temukan 7,6 Kg Sabu-Sabu Tertanam di Rumah

Tetapi hal itu, kurang efektif dilaksanakan dilingkungan keluarga dan masyarakat.Sebab dalam arti tidak ada petugas khusus yang bertanggung jawab.

"Nah karena itu, kita membentuk petugas khusus dengan mengangkat Jumantik,"ungkapnya.

Gama juga berharap kepada masyarakat untuk dapat melaksanakan langkah 3M Plus dipemukiman warga.

Hal itu dilakukan untuk membasmi dan mencegah pengembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti.

"Salah satunya yang harus di perhatikan warga, seperti di tempat-tempat penampungan air, toilet, ban kendaraan yang sudah tidak terpakai, pot tanaman, tempat minum hewan peliharaan, mainan, vas, kolam renang, tempat sampah,dan lainnya," ucapnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved