Minggu, 12 April 2026

PENEMUAN MAYAT BALITA DI KARIMUN

BREAKING NEWS, Sempat Dikira Boneka, Nelayan Karimun Temukan Mayat Balita Mengapung di Sei Raya

Tanpa pikir panjang, Bakar kemudian mengangkat korban ke dalam boat pancung miliknya.

TribunBatam.id/Elhadif Putra
Evakuasi jenazah balita hanyut di Sei Raya Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Rabu (17/6/2020). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Seorang anak laki-laki berusia sekitar 3 tahun ditemukan hanyut di sekitar perairan Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Rabu (17/6/2020).

Balita itu ditemukan oleh seorang nelayan bernama Bakar (51) di sebuah aliran air menuju ke laut.

Ketika ditemukan, kondisi balita sudah meninggal dunia. Kapolsek Meral, AKP Doddy Santosa Putra mengatakan, Bakar yang beralamat di RT 003 RW 001, Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral hendak pergi menjaring sekira pukul 10.30 WIB.

"Menggunakan boat pancung, saksi melewati hilir Sungai Sei Raya. Kemudian sekitar 50 meter setelah lewat dari jembatan, saksi melihat seperti ada benda seperti sebuah boneka dengan posisi telungkup yang tersangkut di batang kayu," kata Doddy.

Bakar pun mendekati benda tersebut. Ia terkejut ketika mencoba menariknya. Ternyata yang ia temui bukan boneka, akan tetapi sesosok mayat anak laki-laki.

Tanpa pikir panjang, Bakar kemudian mengangkat korban ke dalam boat pancung miliknya. Ia kemudian membawanya.

Evakuasi jenazah balita hanyut di Sei Raya Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Rabu (17/6/2020).
Evakuasi jenazah balita hanyut di Sei Raya Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Rabu (17/6/2020). (TribunBatam.id/Elhadif Putra)

"Kemudian saksi memberi tahu dengan anaknya bernama Alfin. Tapi anaknya itu tidak mengenal. Baru saksi melapor ke Polsek," ujar Doddy.

Ketika ditemukan, korban menggunakan baju singlet warna krem dan menggunakan celana training warna biru dongker dengan garis warna merah putih.

Mayat Mengapung di Perairan OPL

Sesosok mayat ditemukan terapung di perairan Out Port Limited (OPL) dekat negara Singapura.

Ada dugaan mayat tersebut adalah nelayan asal Pulau Parit, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bernama Syed Kadar Zailani (37).

Syed dikabarkan hilang saat menangkap ikan di sekitar Pulau Nipah beberapa hari lalu.

Menurut informasi yang diperoleh, mayat tersebut ditemukan oleh Maritim Singapura pada Kamis (11/6/2020) sore.

Kondisi mayat dalam keadaan tertelungkup. Sebagian bagian luar tubuh mayat juga tidak utuh lagi.

Kasat Polairud Polres Karimun Iptu Binsar Samosir yang dikonfirmasi membenarkan adanya informasi penemuan mayat itu.

Namun Binsar menyebutkan pihaknya belum bisa memastikan apakah mayat itu adalah Syed Kadar Zailani.

"Semalam SAR mendapatkan informasi. Tapi kita belum dapat pastikan apakah nelayan kita atau bukan," kata Binsar, Jumat (12/6/2020).

Binsar melanjutkan, hingga saat ini pihak keluarga Syed juga belum dapat memastikan melalui ciri-ciri yang dikirimkan oleh Maritim Singapura.

Warga Tembeling Tanjung Pasang Portal, Periksa Protokol Kesehatan Warga yang Berobat Tradisional

Evakuasi jenazah balita hanyut di Sei Raya Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Rabu (17/6/2020).
Evakuasi jenazah balita hanyut di Sei Raya Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Rabu (17/6/2020). (TribunBatam.id/Elhadif Putra)

"Kita masih melakukan pencocokan ciri-ciri sebelum memutuskannya," ujarnya.

Bahkan jika memang diperlukan untuk mengidentifikasi mayat tersebut, pihaknya akan mengambil sampel DNA korban dan mencocokkan dengan anggota keluarganya.

"Kita masih perlu memastikan. Sekarang anggota masih di lapangan," katanya.

Hingga saat ini mayat masih berada di negara Singapura.

Nelayan Karimun Hilang di Laut

Sebelumnya, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang nelayan Kabupaten Karimun Syed Kadar Zailani (37).

Ia dikabarkan hilang saat menjaring ikan di laut.

Kasat Pol Airud Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir mengatakan, pihaknya menurunkan sarana dalam pencarian nelayan asal Desa Parit, Kecamatan Karimun itu.

"Seluruh kapal Pol Air Polres Karimun kami gunakan dalam pencarian," kata Binsar, Rabu (10/6/2020).

Pencarian dilakukan oleh Polairud Polres, Polda, Basarnas, Tagana, Lanal dan masyarakat. Instansi terkait juga turut menurunkan kapal-kapal yang mereka miliki.

Binsar menyebutkan, zona pencarian semakin diperluas, hingga perairan Selat Gelam, Selat Mendaun, Selat Durian, perairan Pulau Pandan dan Pulau Nipah.

"Hingga sekarang masih dilakukan pencarian," ujar Binsar.

Diketahui, hilangnya nelayan ini terjadi pada Senin (8/6/2020), di saat Syed Kadar Zailani dan rekannya Andi Musriadi sedang menjaring ikan, Senin (8/6/2020).

Keduanya melompat ke laut karena diduga sebuah kapal super tanker hampir menabrak perahu mereka.

Andi Musriadi dapat selamat karena bisa berenang. Sementara Syed yang diduga tidak dapat berenang menghilang.(TribunBatam.id/Elhadif Putra)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved