TRIBUN WIKI

Jarang Terjadi, Kenali 5 Gejala Mirror Syndrome Pada Ibu Hamil

Sindrom ini disebut juga sebagai mirror syndrome karena patologi ibu mencerminkan janin.

grid.id
Ilustrasi ibu hamil - Kenali gejala dan penanganan mirror syndrome pada ibu hamil. Foto ilustrasi. 

TRIBUNBATAM.id - Mirror syndrome merupakan salah satu sindrom langka yang bisa terjadi pada ibu hamil.

Melansir dari laman resmi Wiley Online Library, Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing, mirror syndrome pertama kali dipublikasikan oleh John W. Ballantyne pada 1892.

Sindrom ini disebut sebagai mirror syndrome karena patologi ibu mencerminkan janin.

Laman US National Library of Medicine National Institutes of Health, menuliskan, kasus mirror syndrome tergolong jarang terjadi.

Penelitian yang dilakukan oleh PubMed, baik publikasi maupun jurnal, dari semua hasil penelitian yang terhimpun, mirror syndrome berasosiasi dengan isoimunsiasi rhesus (29%), sindrom transfusi twin to twin (18%), infeksi virus (16%),  malinformasi janin, dan tumor atau tumor plasenta (37,5%).

Usia kehamilan saat didiagnosa berkisar antara 22,5 minggu hingga 27,8 minggu.

Sementara itu, dikutip dari UPMC Health Beat, mirror syndrome terjadi ketika janin mengalami penumpukan cairan yang tidak normal.

Sementara, ibu memiliki preeklamsia, yaitu kondisi tekanan darah tinggi.

Gejala

Adapun beberapa gejala yang dapat dikenali pada mirror syndrome, yaitu:

Halaman
1234
Penulis: Widi Wahyuning Tyas
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved