TRIBUN WIKI

Sempat Dianggap Tanaman Liar dan Beraroma Tak Sedap, Berikut Ragam Manfaat Umbi Porang

Pada zaman pendudukan Jepang, masyarakat dipaksa mencari tanaman ini ke hutan untuk mencukupi logistik pangan dan industri.

KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi
Warga Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, Paidi, menunjukkan umbi porang yang akan diekpsor ke luar negeri. Memiliki bau yang kurang sedap, umbi porang ternyata memiliki banyak manfaat. 

TRIBUNBATAM.id - Tanaman porang adalah umbi-umbian yang dikenal sebagai bungai bangkai karena memiliki aroma tak sedap.

Melansir laman resmi Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, tanaman bernama latin Amorphophallus oncophyllus ini dikenal dengan nama iles-iles, iles kuning, acung, atau acoan.

Tanaman porang sudah sejak lama digunakan.

Pada zaman pendudukan Jepang, masyarakat dipaksa mencari tanaman ini ke hutan untuk mencukupi logistik pangan dan industri.

Tanaman porang dulu sempat dianggap sebagai tanaman liar yang tidak bermanfaat karena punya aroma tak sedap.

Namun, tanaman porang kini banyak dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan tepung, mi shirataki, gelatin, sampai konyaku.

Selain itu, tanaman yang jadi komoditas ekspor ini juga bisa digunakan untuk bahan baku pembuatan lem, pelapis antiair, cat, pengisi tablet, pengental, negatif film, pita seluloid, sampai kosmetika.

Di luar manfaat tanaman porang tersebut, porang rupanya menyimpan sejumlah khasiat potensial bagi kesehatan.

Melansir riset Keanekaragaman Iles-iles dan Potensinya Untuk Industri Pangan Fungsional, Kosmetik, dan Bioetanol (2016) oleh Yati Supriati, porang mengandung senyawa glukomanan.

Glukomanan adalah senyawa polisakarida yang punya sifat istimewa dapat membentuk massa kental dalam air dingin dan bisa membentuk gel.

Isdianto Minta Peran Bupati dan Wali kota, Tuntaskan Konflik Agraria di Provinsi Kepri

Jarang Terjadi, Kenali 5 Gejala Mirror Syndrome Pada Ibu Hamil

Halaman
1234
Penulis: Widi Wahyuning Tyas
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved