Breaking News:

VIRUS CORONA DI KARIMUN

Tiga Restoran Tutup Habis, PAD Karimun Babak Belur Akibat Virus Corona

Pemerintah Kabupaten Karimun memberi keringanan pajak terhadap pajak hotel, restoran dan hiburan dengan menunda pembayaran dan penghapusan denda.

Penulis: | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Elhadif Putra
Kabid Pendapatan Daerah Bapenda Kabupaten Karimun, Raden Ricky, Rabu (17/6/2020). Pendapatan Asli Daerah (PAD) merosot hingga 60 persen akibat pandemi Covid-19. Tiga restoran bahkan terpaksa tutup akibat kondisi ini. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pandemi Covid-19 turut mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Tiga dari 73 wajib pajak bahkan menutup usaha mereka untuk selamanya. Semntara 70 wajib pajak memilih untuk menutup sementara usaha mereka, sampai kondisi benar-benar pulih.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Karimun di antaranya bersumber dari penarikan pajak dari restoran, hotel dan tempat hiburan.

Kepala Bidang Pendapatan Daerah pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karimun menyebut, turunnya pendapatan pada sektor ini bahkan mencapai 60 persen.

"Karena Covid-19 ini, tiga wajib pajak yang menutup tempat usahanya merupakan restoran. Penurunannya memang signifikan. Apalagi sejak bulan Maret, April dan Mei," kata Kabid Pendapatan Daerah Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Karimun, Raden Ricky, Rabu (17/6/2020).

Untuk saat ini Pemerintah Kabupaten Karimun mengeluarkan keputusan keringanan pajak terhadap ketiga sektor wajib pajak itu.

Hal ini diterangkan di dalam Surat Keputusan Bupati nomor 363 tahun 2020 tentang penundaan pembayaran dan penghapusan denda pajak hotel, restoran dan hiburan akibat Covid-19, masa pajak Maret hingga Mei tahun 2020.

Untuk pemasukan daerah dari sektor lain, lanjut Ricky, juga mengalami penurunan, akan tetapi tidak terlalu signifikan.

"Seperti granit yang biasanya dua atau tiga, sekarang ini satu saja. Karena negara Singapura dan Malaysia kan masih tutup. Menurun tapi tidak signifikan," terangnya

Ditambahkannya, penurunan PAD akibat Covid-19 bukan hanya dialami oleh Kabupaten Karimun saja, namun hampir seluruh daerah.

Datangi Kedai Kopi dan Toko

Sejumlah pegawai berpakaian dinas tampak menurunkan spanduk-spanduk di depan beberapa kedai atau toko di sejumlah titik di Karimun.

Mereka tampak mengait, kemudian menarik turun spanduk-spanduk promosi dari produk rokok, provider telepon seluler. Ya, mereka menertibkan spanduk-spanduk promosi itu.

BKPSDM Anambas Tunggu Kabar Panselnas, 294 Peserta CPNS Menanti Tahapan SKB

Kenali Penyebab dan Gejala Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir

Tak jarang pemilik kedai atau toko bertanya kepada petugas, apakah spanduk tersebut akan diganti setelah dicabut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved