Sabtu, 11 April 2026

Jadi Penadah Motor Curian di Batam dan Dijual ke Pulau, Ini Modus Hadra Kelabui Korbannya

Hadra mengaku dia baru dua tahun menjadi penadah motor. Ia berkoordinasi dengan pelaku curanmor yang beroperasi di Batam

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/IAN SITANGGANG
Hadra (tengah) penadah motor curian saat pres rilis kasus curanmor di Polsek Sagulung, baru-baru ini 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Seorang pengangguran di Batam nekat jadi penadah hasil motor curian. Ia tergiur keuntungan besar dari hasil jual motor curian keluar Pulau Batam.

Namanya Hadra Zulferi. Ia diamankan oleh jajaran Polsek Sagulung atas kasus curanmor antar pulau pada Sabtu (6/6/2020) lalu, dengan tersangka Benny Aritonang dan Johannes Panjaitan.

Saat Polsek Sagulung melaksanakan press rilis, Hadra mengaku dia baru dua tahun menjadi penadah motor. Ia berkoordinasi dengan pelaku curanmor yang beroperasi di Batam.

Motor hasil curian di Batam, semuanya dijual keluar pulau.

Hadra menceritakan, untuk satu unit motor curian jenis bebek dengan kondisi mulus, dibelinya dari pelaku curanmor paling mahal Rp 700 ribu. Selanjutnya motor tersebut diperbaiki dan dijual kembali.

 LENGKAPI Syarat Naik Pesawat Terbang, Sejak Pagi Warga Datangi Klinik Husadatama Jalani Rapid Test 

"Kalau motor curian otomatis kuncinya rusak, jadi diperbaiki dulu, kuncinya diganti," kata Hadra.

Setelah kondisi motor bagus, Hadra mengirim motor tersebut melalui kapal kayu yang datang ke Batam dari Riau.

Alasannya mau pulang kampung. Setelah motor sampai di Riau, motor tersebut dijual kepada masyarakat.

Untuk mengelabui pembelinya, Hadra mengatakan surat motor belum keluar dan masih dalam pengurusan. Untuk satu unit motor honda Beat Hadra berhasil menjual Rp 6 juta sampai dengan Rp 8 juta.

Selama 2 tahun menggeluti bisnis ini, dia mengaku sudah tidak ingat siapa saja yang membeli motornya.

"Kalau motor sudah laku saya langsung tinggal dan tidak ke sana lagi," kata Hadra.

Sementara untuk hasil penjualan motor, Hadra menggunakannya untuk keperluan pribadi dan modal usaha jual beli motor curian.

Dia mengaku nekat menjadi penadah motor curian karena susah mencari kerja.

"Basic saya hanya sopir kadang ada kerjaan, kadang tidak ada. Sementara saya butuh makan,"kata Hadra.

(Tribunbatam.id/ Ian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved