KARIMUN TERKINI
Emak-Emak Mulai Khawatir, Kasus Demam Berdarah di Karimun Makan Korban Jiwa
Menurutnya nyamuk Aedes Aegypti hidup di genangan air yang tidak kotor. Sebisa mungkin, ia berusaha memantau air-air yang tergenang di sekitar rumah.
"Bulan April itu tercatat tidak ada masyarakat yang terjangkit Dema Berdarah," tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan, dr Gama AF Isnaeni mengakui bahwa kasus DBD di Bintan memang masih sering menyerang warga Kabupaten Bintan.
Sehingga menjadi perhatian Dinkes, khususnya di permukiman padat penduduk yang ada di daerah Bintan.
Apalagi di situasi musim, penghujan sangat rawan terjangkit DBD.
Sejumlah upaya sudah dilakukan Dinkes Bintan untuk membasmi dan mencegah berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
Mulai dari sosialisasi 3M Plus kepada warga dan menggelar gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) satu rumah satu jumantik.
Tetapi hal itu, kurang efektif dilaksanakan dilingkungan keluarga dan masyarakat.Sebab dalam arti tidak ada petugas khusus yang bertanggung jawab.
"Nah karena itu, kita membentuk petugas khusus dengan mengangkat Jumantik,"ungkapnya.
Gama juga berharap kepada masyarakat untuk dapat melaksanakan langkah 3M Plus dipemukiman warga.
Hal itu dilakukan untuk membasmi dan mencegah pengembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti.
"Salah satunya yang harus di perhatikan warga, seperti di tempat-tempat penampungan air, toilet, ban kendaraan yang sudah tidak terpakai, pot tanaman, tempat minum hewan peliharaan, mainan, vas, kolam renang, tempat sampah,dan lainnya," ucapnya.(TribunBatam.id/Elhadif Putra/Alfandi Simamora)