VIRUS CORONA DI BATAM

Petugas Bandara Hang Nadim Jalani Rapid Test, Jumlah Penumpang Tembus 5.692 Dalam 2 Hari

Tes dilakukan selama 2 hari, serta diikuti petugas Avsec, petugas terminal bandara, customer service, dan petugas protokol di bandara.

TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Petugas di Bandara Hang Nadim Batam, Provinsi Kepri jalani rapid test. Sebanyak 217 karyawan operasional Bandara Hang Nadim Batam dinyatakan non-reaktif Covid-19. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Petugas di Bandara Hang Nadim menjalani tes cepat (rapid test) Covid-19.

Sebanyak 217 karyawan operasional Bandara Hang Nadim Batam dinyatakan non-reaktif virus Corona.

Kehadiran mereka di bandara sebagai pintu masuk dan keluar Kota Batam, Provinsi Kepri menjadi rentan terjangkit, terlebih saat pandemi seperti sekarang ini.

Sejumlah karyawan diketahui menjalani rapid test sejak Kamis (18/6/2020) lalu.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso pun membenarkannya.

Menurut Suwarso, tes dilakukan selama 2 (dua) hari. Keseluruhan karyawan operasional terdiri dari petugas Aviation Security (Avsec), petugas terminal bandara, customer service, dan petugas protokol di bandara.

“Ya (non-reaktif). “Sebagian besar petugas yang kegiatannya bersinggungan langsung dengan penumpang dan pengguna bandara lainnya,” ujarnya kepada TribunBatam.id, Minggu (21/6/2020).

Tembus 5.692 Orang Dalam 2 Hari

Jumlah penumpang di Bandara Hang Nadim Batam kembali mengalami peningkatan.

Hal ini diakui oleh Direktur Badan Usaha Bandara Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso.

Dari data miliknya, sejak tanggal 15 Juni 2020 atau hari pertama fase ‘New Normal’ di Batam diberlakukan, intensitas terus menanjak.

“Untuk tanggal 19 juni 2020 ada 1.184 orang yang datang dan 1.543 orang yang berangkat,” ujarnya kepada Tribun Batam, Minggu (21/6/2020).

Sementara itu, untuk tanggal 20 Juni 2020, tercatat sebanyak 1.278 orang penumpang masuk ke Batam dan 1.687 orang penumpang berangkat ke luar Batam.

Total dalam dua hari lalu mencapai 5.692 orang. “Untuk tanggal 21 Juni 2020 masih proses,” tutupnya.

Sebelumnya, Suwarso mengakui, terdapat banyak perbedaan sejak Covid-19 melanda batam sehingga aktivitas penerbangan tak normal seperti dulu lagi.

Namun, untuk operasional, Suwarso mengatakan, Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru (New Normal) menuju masyarakat produktif dan aman dari Covid-19 telah mengatur segala prosedur.

Suasana di terminal keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (11/6/2020). Terdapat 15 penerbangan yang rencananya akan beraktivitas di Bandara Hang Nadim.
Suasana di terminal keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (11/6/2020). Terdapat 15 penerbangan yang rencananya akan beraktivitas di Bandara Hang Nadim. (TribunBatam.id/Alamudin Hamapu)

“Calon penumpang wajib menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19, bisa PCR yang berlaku 7 hari atau rapid test yang berlaku 3 hari. Tinggal dipilih saja. Setelah itu harus mengisi kartu kuning, tinggal diunduh saja secara online. Dan saat masuk di check in counter, calon penumpang juga wajib mengisi formulir pendataan kesehatan,” jelasnya mengenai langkah untuk warga Batam jika hendak terbang.

Baginya, prosedur ini bukan untuk mempersulit namun lebih kepada upaya untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Kalau dulu harus ada surat jalan, sekarang sudah tidak. Calon penumpang juga harus selektif. Jangan sampai surat keterangan sehat atau bebas Covid-19 tadi kadaluwarsa,” sambungnya.

Untuk penumpang dari luar Batam, Suwarso menuturkan, pihaknya juga tetap mengawasi sesuai anjuran Tim Gugus Covid-19 Nasional terkait protokol kesehatan.

Setibanya di Batam, para penumpang dari luar harus dapat menunjukkan kartu kuning dan dilakukan pengecekan suhu tubuh.

Dari kartu kuning itu, kata Suwarso lagi, pihaknya bersama instansi terkait akan mengetahui data kesehatan penumpang yang bersangkutan.

“Penumpang dari luar batam, cukup menunjukkan kartu kuning. Dari kartu itu kami pantau rekam kesehatannya. Ini koridor yang dilakukan untuk menjamin kesehatan seluruh calon penumpang,” ucapnya.

Reaktif Covid-19 di Kota Batam Cenderung Meningkat

Tim gugus tugas Covid-19 Batam menemukan 426 orang warga Kota Batam reaktif Covid-19.

Jumlah ini, diakui Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi cenderung mengalami peningkatan.

Ia mengatakan, tim gugus tugas Covid-19 telah melakukan rapid test kepada 11.365 warga Batam.

Dari hasil pemeriksaan reaktif virus Corona itu, sebanyak 76 merupakan Orang Dalam Pengawasan (ODP), 256 Orang Tanpa Gejala (OTG) dan 56 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta 38 ADR.

"Berdasarkan data per 20 Juni 2020, terdapat 426 yang reaktif Covid-19. Jumlah itu kami peroleh dari hasil rapid tes," ucapnya saat dihubungi melalui sambungan seluler, Minggu (21/6/2020).

Kasus Kaveling Bodong di Batam Jadi Atensi KLHK, Selain PT PMB, Satu Berkas Masih di Kejagung

Komisi III DPRD Batam Bakal Sidak ke Lokasi Longsor Tanjunguma, Undang Perusahaan dan Pihak Terkait

Didi mengajak warga yang hasil pemeriksaan reaktif tidak perlu takut apalagi panik.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Reaktif belum tentu positif virus Corona. Namun itu peringatan agar warga tetap selalu waspada," ucapnya.

Pelajar 15 Tahun Positif Covid-19

Seorang remaja 15 tahun d Kota Batam terkonfirmasi positif virus Corona.

Ia merupakan adik kandung dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 nomor 197 Kota Batam.

Pelajar laki-laki berinisial Kh ini, menjadi pasien positif Covid-19 nomor 209 Kota Batam.

"Sehubungan dengan tracing dan pengembangan kasus yang dilakukan oleh Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kota Batam, maka pada 18 Juni 2020 kepada pasien beserta ibu dan ayahnya dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan," ucap Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Minggu (21/6/2020).

Ia mengatakan, dari hasil uji swab yang diterima pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

Sedangkan hasil pemeriksaan ayah dan ibunya terkonfirmasi negatif.

Mengingat mereka semua merupakan closes contact primer maka kepada ayah dan ibunya akan kembali dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang kedua dan saat ini sedang dalam persiapan untuk pelaksanaannya.

"Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan baik dan stabil serta tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti," kata Rudi.

Ia melanjutkan saat ini sudah dalam persiapan pelaksanaan perawatan karantina guna penanganan kesehatannya lebih lanjut di rumah sakit rujukan RSBP Batam Kota Batam.

Kemendikbud Beri Keringanan Biaya Kuliah Selama Pandemi Covid-19, Pahami 5 Poin Ini

Sejarah dan Perkembangan Bedah Plastik, Banyak Digunakan Untuk Perbaikan Bibir

Sesuai dengan hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan hingga saat ini terhadap seluruh kluster Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Batam, diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai kluster yang ada ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor.

"Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan himbauan dari Pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19," katanya.

Rudi kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran Pemerintah untuk menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap dirumah saja, mengenakan masker. Jika terpaksa harus keluar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup.(*/TribunBatam.id/Ichwannurfadillah/Roma Uly Sianturi/Bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved