TRIBUN WIKI
Sejarah dan Perkembangan Bedah Plastik, Banyak Digunakan Untuk Perbaikan Bibir
Di Periode Romawi dan Yunani kuno, teknik bedah plastik telah banyak digunakan untuk merekonstruksi telinga, bibir dan hidung.
Karya Sushruta yang semula berbahasa Sansekerta kemudian di terjemahkan dalam bahasa Arab pada periode Kekhalifahan Abbasiyah sekitar tahun 750.
Terjemahan bahasa Arab inilah yang kemudian masuk ke Eropa melalui perantara perdagangan hingga peperangan.
Teknik bedah dari Sushruta ini makin akarab di kalangan medis Eropa.
Apalagi pada tahun 1000, terjadi kebiasaan barbar memotong hidung dan bibir atas musuh.
Pada abad ke-15, sebuah teks Islam yang ditulis Serafeddin Sabuncuoglu muncul.
Naskah berjudul Operasi Kekaisaran itu memuat materi tentang operasi kelopak mata dan protokol pengobatan ginekomastia yang diyakini menjadi dasar metode bedah pengurangan payudara modern.
Di Italia, Gaspare Tagliacozzi mendapat julukan bapak operasi plastik setelah berhasil merekonstruksi hidung yang dipotong dengan lapisan kulit lengan atas.
Prosedur yang digunakan adalah dari India dan dilakukan pada abad ke-16.
Selain mengobati orang yang terpotong hidungnya, prosedur ini juga digunakan untuk memperbaiki kelainan bentuk hidung sifilis.
Masa Modern
Pada tahun 1798, istilah operasi plastik dibuat oleh Pierre Desault sebagai label untuk prosedur memperbaiki kelainan pada wajah.
Kata plastik yang digunakan Desault berasal dari bahasa Yunani "Plastikos", artinya mudah untuk dibentuk.
Dengan kata lain kata plastik pada prosedur ini bukan karena berhubungan dengan benda plastik.
Sayangnya, prosedur ini sempat dilarang karena bahaya yang melibatkan wajah dan kepala.
Baru setelah ditemukannya anestesi dan atiseptik pada abad ke-19, operasi plastik menjadi lebih aman dan memungkinkan perbaikan dalam teknik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/peran-dokter-bedah-plastik-dan-kondisi-yang-ditangani-alodokter.jpg)