Selasa, 5 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Sejarah dan Perkembangan Bedah Plastik, Banyak Digunakan Untuk Perbaikan Bibir

Di Periode Romawi dan Yunani kuno, teknik bedah plastik telah banyak digunakan untuk merekonstruksi telinga, bibir dan hidung.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
IST
Ilustrasi bedah Plastik 

Pada 1818, ahli bedah Jerman Carl Ferdinand von Graefe mempublikasikan tulisannya yang berjudul Rhinoplastik.

Dalam tulisannya, von Graefe memodifikasi metode Italia menggunakan cangkok kulit lengan.

Tahun 1827, ahli bedah plastik Amerika John Peter Mettauer menjadi orang pertama yang melakukan bedah plastik dengan instrumen buatannya sendiri.

Tahun selanjutnya, tepatnya pada 1845, Johann Friedrich Dieffenbach menulis teks tentang operasi plastik aestetik atau yang meningkatkan penampilan kosmetik.

Pada prosedur ini, Dieffenbach melakukan prosedur rekonstruksi hidung.

Kemampuan dan teknik bedah plastik juga banyak berkembang pada masa Perang Dunia.

Salah satu ahli bedah perintis pada masa Perang Dunia I adalah Dr Harold Gillies.

Gillies mengembangkan beberapa teknik cangkok kulit pertama di dunia yang berhasil selama perang besar.

Mulanya, teknik Gillies dilakukan untuk mengobati tentara yang terluka parah dan cacat.

Tujuannya adalah memungkinkan mereka bisa menjalani hidup sebagai warga sipil biasa.

Setidaknya, 3.000 tentara yang terluka akibat perang bisa menjalani hari-harinya dengan lebih baik.

Cara Gillies ini dianggap sebagai pioner dan terobosan dalam operasi plastik modern.

Hingga kini, teknik dan bahan untuk bedah plastik terus berkembang menjadi lebih baik lagi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penemuan yang Mengubah Dunia: Operasi Plastik, Tak Hanya Bikin Cantik". 

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved