TRIBUN WIKI
Dulu Dianggap Barang Sakral, Begini Sejarah Penemuan Cermin
Sejarah cermin di Yunani juga pernah dicatat oleh seorang filsuf Romawi bernama Seneca atau juga dikenal sebagai Seneca the Younger sekitar tahun 4 SM
Cermin di Mesir Kuno ini erat dikaitkan dengan representasi Dewa Matahari Re.
Bangsa Mesopotamia kuno juga menghasilkan cermin dari logam atau batuan yang dipoles.
Hal ini ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan sekitar tahun 2.000 SM.
Sedangkan di China, awalnya cermin terbuat dari paduan timah dan tembaga.
Paduan ini menghasilkan logam spekulum yang sangat halus untuk membuat pantulan yang indah.
Sayangnya, pada masa itu, cermin logam ini sangat mahal dan hanya bisa dijangkau orang kaya saja.
Selain itu, cermin-cermin yang terbuat dari logam pada masa Mesir, Mesopotamia, dan China Kuno ini sangat berat.
Akibatnya, ukuran yang dibuat sangat kecil.
Berharga dan Sakral
Sejarah cermin di Yunani juga pernah dicatat oleh seorang filsuf Romawi bernama Seneca atau juga dikenal sebagai Seneca the Younger sekitar tahun 4 SM.
Seneca menyebut bahwa cermin di Yunani menggambarkan kehidupan seseorang kala itu.
Alasannya adalah cermin dianggap sebagai salah satu benda paling berharga.
Untuk satu cermin perak atau emas yang dipahat dengan permata, wanita mampu membelanjakan jumlah yang sama dengan mahar yang pernah ditawarkan kepada putri-putri leluhur yang miskin.
Pada masa Yunani ini pula, bentuk cermin mulai mengalami perkembangan.
Cermin tak selalu hanya bulat tapi mulai punya pegangan atau penutup agar mudah dibawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-cermin-ajaib.jpg)