TRIBUN WIKI
5 Jenis Depresi Berdasarkan Penyebabnya, Melankolia hingga Depresi Psikotik
Depresi yang tak segera ditangani bisa membuat penderitanya kesulitan beraktivitas hingga memiliki keinginan untuk bunuh diri.
Jenis depresi ini tergolong parah dan menimbulkan gejala fisik.
Penderita melakolia biasanya bergerak lebih lambat dan cenderung memiliki suasana hati yang tertekan.
Selain itu, penderita melankolia juga kerap mengalami kehilangan kesenangan dalam segala hal di aspek kehidupannya.
3. Depresi psikotik
Depresi psikotik mengakibatkan penderitanya kehilangan kontak dengan kenyataan dan mengalami psikosis.
Penderita juga kerap mengalami halusinasi atau delusi, seperti percaya bahwa mereka sedang diawasi atau diikuti.
Penderita depresi psikotik juga kerap mengalami paranoid dan merasa seolah-olah semua orang menentang mereka.
Depresi jenis ini juga bisa membuat penderitanya percaya bahwa mereka adalah penyebab penyakit atau peristiwa buruk yang terjadi di sekitar mereka.
4. Depresi antenatal dan postnatal
Wanita berisiko lebih tinggi mengalami depresi selama kehamilan yang dijenak dengan periode depresi atenatal atau prenatal.
Usai persalinan, wanita juga rentan mengalami depresi postnatal, khususnya pada tahun pertama setelah kelahiran bayi.
Penyebab depresi ini sangat kompleks dan seringkali merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor.
5. Depresi Persisten
Depresi persisten biasanya terjadi selama dua tahun atau lebih.
Penderita depresi persisten biasanya mengalami hal berikut:
- selera makan berubah
- tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
- kurang energi atau kelelahan
- tingkat percaya diri yang rendah
- kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan
- merasa putus asa. (*)
*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Disepelekan, Berikut 5 Jenis Depresi dan Gejalanya".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tersenyum.jpg)