Sabtu, 25 April 2026

Hasil Studi Terkait Covid-19 di Inggris, Keluarga Miskin Alami Krisis, Orang Kaya Sebaliknya

Sebuah studi di Inggris menunjukkan pekerja berpenghasilan rendah di Inggris terdesak selama pandemi ini. Sedangkan orang-orang kaya semakin kaya.

dailymail.co.uk
Orang-orang di Bournemouth, Inggris tampak memadati pantai saat Covid-19 merebak Minggu (22/3/2020). Covid-19 buat para keluarga miskin di Inggris makin terdesak. 

TRIBUNBATAM.id, LONDON - Inggris menjadi salah satu negara di dunia yang terdampak virus Corona atau Covid-19.

Termasuk para keluarga miskin atau pekerja berpenghasilan rendah di Inggris.

Sebuah studi di Inggris menunjukkan pekerja berpenghasilan rendah di Inggris terdesak selama pandemi ini.

Sedangkan sebagian besar keluarga kaya di negara itu telah meningkatkan pundi-pundi kekayaan mereka.

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (24/6/2020), keluarga-keluarga di Inggris kini dihadapkan pada kontraksi ekonomi paling parah selama lebih dari 100 tahun.

Menurut penelitian terbaru dari Resolution Foundation, krisis saat ini dianggap hanya akan memperlebar ketidaksetaraan.

Liverpool Juara Liga Inggris 2019 - 2020, Inilah Daftar Juara Liga Inggris Sejak Era Premier League

"Yang mengkhawatirkan, rumah tangga berpendapatan rendah lebih cenderung mengambil utang ekstra untuk mengatasi krisis.

Angkanya mencapai dua kali lebih banyak dibandingkan keluarga berpenghasilan tinggi," seperti yang tertulis dalam analisis yang dirilis pada hari Senin lalu.

Sebagai contoh, seorang pekerja biasa di sektor ekonomi yang saat ini ditutup, hanya memiliki tabungan rata-rata sebesar 1.900 poundsterling pada Mei lalu.

Ini tentunya jauh lebih kecil dibandingkan dengan tabungan yang dimiliki mereka yang dapat tetap bekerja dari rumah selama krisis, yakni sebesar 4.700 poundsterling.

Namun lebih dari sepertiga keluarga terkaya di Inggris telah melihat terjadinya peningkatan pada tabungan mereka di bulan-bulan pertama krisis.

Sementara penelitian mencatat bahwa ketidaksetaraan kekayaan di Inggris sejalan dengan banyak negara lainnya.

Kendati demikian, kesenjangan itu jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS) yang masih relatif tinggi.

Kesenjangan kekayaan di seluruh negeri Britania Raya itu juga telah tumbuh, dengan angka terbesar kekayaan disumbang kota London dan wilayah Tenggara antara periode 2016 dan 2018, sebesar 38 persen dari total semua kekayaan.

Dipercaya Lebih Cepat Deteksi Covid-19, Tes Air Liur 'Tanpa Usap' Diuji Coba di Inggris

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved