Senin, 11 Mei 2026

JALAN DI TANJUNGRIAU LICIN

LICIN dan Berlumpur, Pengendara Berharap Pengerjaan Jalan Marina City Batam Cepat Selesai

Musim penghujan di Batam membuat jalanan di Marina City, Sekupang sangat sulit dilalui kendaraan karena licin dan berlumpur. Ini kata warga.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Jalan Marina Sekupang Batam, rusak parah. Kondisinya licin dan penuh lumpur bercampur tanah lihat bak bubur. 

Lurah Turunkan Alat Berat

Syofian, Lurah Tanjungriau menurunkan alat berat untuk meratakan jalan bekas roda mobil, agar kendaraan tidak terjebak dalam kubangan lumpur.

Sebelumnya, jalanan itu dikeluhkan penggunakan jalan karena banyak yang jatuh bahkan tidak sedikit kendaraan yang terjebak di bekas timbunan tanah yang digunakan untuk meninggikan jalan di Marina City.

Yakni tepatnya di depan Balai Latihan Kesehatan (Bapelkes) Batam.

Agus mengatakan, semenjak dimulainya pengerjaan peningkatan jalan di Marina City, sudah banyak laporan ke Kantor lurah adanya warga yang jatuh dan terjebak.

Banyaknya informasi mengenai kondisi jalan yang membahayakan pengendara tersebut membuat Lurah Tanjungriau turun ke lokasi.

Sampai di lokasi, Agus, meminta kepada pemilik alat berat yang sedang melakukan penimbunan lahan di Marina untuk meratakan jalan.

Namun hal tersebut membuat pemilik proyek tersinggung.

 MANFAAT Mandi Air Hangat Untuk Tubuh, Hilangkan Lelah hingga Relaksasi Otot

 PERBEDAAN Tekanan Darah Tinggi Alias Hipertensi Primer dan Sekunder, Kenali Faktor Risiko

Agus mengatakan, dirinya sangat kesal melihat pemilik proyek karena sebelumnya dirinya sudah meminta tolong agar selalu memperhatikan kondisi jalan.

"Saya sudah pernah bilang, karena sekarang kondisi hujan, jadi pemilik proyek harus selalu memperhatikan kondisi jalan, kalau jalan berlubang bekas roda mobil agar segera diratakan,"kata Agus.

Namun saat dirinya datang bekas roda mobil yang sudah cukup dalam tidak kunjung diratakan pemilik proyek.

Hal itu membuat dirinya kesal dan meminta tolong kepada operator lain untuk meratakan jalan.

"Saya kasihan melihat warga saya, kalau mereka jatuh dan bahaya siapa yang bertanggung jawab,"kata Agus.

Dia mengatakan proyek pengerjaan jalan tersebut merupakan program pemerintah Provinsi melalui PU Provinsi menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Memang tidak ada hubungannya dengan pemerintah Kota Batam, pengawasannya di bawah naungan Provinsi. Tetapi kan lokasi proyeknya berada di wilayah kita, warga saya sendiri yang merakasan dampaknya," kata Agus

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved