Senin, 11 Mei 2026

TRIBUN WIKI

PERBEDAAN Tekanan Darah Tinggi Alias Hipertensi Primer dan Sekunder, Kenali Faktor Risiko

Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi berdasarkan penyebabnya bisa dibagi menjadi dua jenis, yakni hipertensi primer dan sekunder.

Tayang:
Nova
Ilustrasi mengukur tekanan darah. Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi berdasarkan penyebabnya bisa dibagi menjadi dua jenis, yakni hipertensi primer dan sekunder. 

TRIBUNBATAM.id - Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi di mana nilai tekanan darah berada di atas angka normal.

Ada pun angka normal tekanan darah yakni 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi berdasarkan penyebabnya bisa dibagi menjadi dua jenis, yakni hipertensi primer dan sekunder.

Melansir Everyday Health, hipertensi primer biasanya didiagnosis setelah dokter mengamati hasil tensi pasien selama tiga kali kunjungan berturut-turut tetap tinggi, padahal sudah menghindari pemicunya.

Sedangkan hipertensi sekunder jamak disebabkan kelainan pada pembuluh darah arteri yang memasok darah ke ginjal.

Kelainan ini bisa dipicu penyakit atau masalah kesehatan.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Hipertensi primer

Melansir Healthline, hipertensi primer atau esensial terjadi pada 90 persen penderita penyakit tekanan darah tinggi.

Hipertensi jenis ini bisa dimulai pada usia berapa pun.

Kebanyakan penderita mengalaminya saat menginjak usia paruh baya.

BREAKING NEWS - Gegara Jalan Licin, Lurah Tanjungriau Batam Adu Mulut dengan Koordinator Proyek

Mengenal Batu Tanzanite, Permata yang Terkenal Langka di Dunia

Penyebab hipertensi primer belum diketahui secara pasti.

Namun, ahli menyimpulkan, gaya hidup dan pola makan tak sehat bisa memicu hipertensi primer.

Faktor genetik atau keturunan juga dianggap berperan besar dalam menyebabkan hipertensi primer.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena hipertensi primer, di antaranya:

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved