Perayaan Hari Anti Narkotika Internasional Diselanggarakan Secara Daring 

Di masa Pandemi Covid19 dari bulan Januari hingga Mei 2020 pihaknya berhasil mengungkap 19 kasus dengan 36 orang tersangka 19,276 kg sabu.

ISTIMEWA
Perayaaan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 kali ini berbeda dari perayaan sebelumnya karena diselenggarakan secara online yang disaksikan di seluruh Indonesia. 
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Perayaaan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 kali ini berbeda dari perayaan sebelumnya.
Di mana Perayaan Hani 2020 kali ini diselenggarakan secara dalam Jaringan (Daring) yang disaksikan di seluruh Indonesia.
Dalam perayaan yang dilakukan secara daring /virtual tersebut Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan saat ini Indonesia tengah dihadapi  dua masalah besar yakni Pandemi Covid19 dan Pemberantasan Narkoba.
"Ini momentum penting untuk menunjukkan  kewaspadaan terhadap bahaya narkoba," ujar Wakil Presiden RI itu.
Wakil Presiden RI itu juga menyatakan proses pemberantasan narkoba serta wabah Covid19 menjadi masalah serius yang harus dikerjakan bersama-sama
Kegiatan tersebut juga diisi penghargaan pada Instansi terkait yang ikut membantu pemberantasan narkoba .
Untuk di Provinsi Kepri juga mendapatkan penghargaan dari BNN RI dimana Pemerintah kabupaten memasukan Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ke dalam kurikulum di daerah tersebut.
Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan menyatakan kegiatan yang dilaksanakan pihaknya hari ini merupakan kegiatan puncak Hani 2020 yang setiap tahun diperingati sebagai bentuk keprihatinan peredaran gelap narkoba.
"Ini merupakan komitmen masyarakat dunia dalam memerangi peredaran narkotika," ujarnya.
Richard mengakui Perayaan Hani tahun sedikit berbeda kerena dilakukan di tengah Pandemi Covid-19.
Richard menyatakan dalam refleksi tahun 2020 ini pihaknya  terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika gelap 
"Di tahun 2019 kita berhasil mengungkap 53 kasus peredaran gelap narkoba dengan 46 jaringan dan 80 orang tersangka," ujarnya.
Dari pengungkapan sejumlah kasus di tahun 2019 itu BNNP Kepri berhasil mengamankan 146,529 kg dan ekstasi sebanyak 54124 butir.
"Kita juga melakukan penindakan terhadap 2 kasus Tindak Pidana pencucian Uang (TPPU) dengan dua tersangka," ujar Richard.
Dijelaskan Richard di masa Pandemi Covid19  dari bulan Januari hingga Mei 2020 pihaknya berhasil mengungkap 19 kasus dengan 36 orang tersangka 19,276 kg sabu.
"Kita juga terus melakukan upaya pencegahan seperti melakukan program desa bersinar, membentuk relawan anti narkoba dan sosialisasi serta kampanye secara masif," ujar Richard.
Untuk peran serta pemerintah seperti dinas pendidikan Karimun Dikatakan Richard pihaknya terus mendorong kepada pemerintah kabupaten kota agar memuaskan program P4GN ke dalam kurikulum pendidikan.
"Kita sudah melakukan MOU dengan beberapa Pemerintah kabupaten kota untuk menerapkan program P4GN," sebutnya.
Kegiatan tersebut di hadiri perwakilan Instansi yang tergabung dalam Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kepulauan Riau (Kepri). (TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)
Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved