Kamis, 16 April 2026

Kawal Kampanye Trump, Dua Pengawal Presiden Amerika Serikat Terinfeksi Covid-19

Pasukan Pengaman Presiden ( Paspampres) atau pengawal Presiden Donald Trump dinyatakan tertular Covid-19. Usai mengawal kampanye Trump dari Oklahoma.

Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Presiden Jokowi berbincang bersama kepala negara, kepala pemerintahan negara G-20 dan juga pimpinan lembaga internasional saat acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Jepang. Termasuk dengan Presiden AS Donald Trump. Pengawal Presiden Trump terinfeksi Covid-19 usai menemani kampanye. 

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON - Pasukan Pengaman Presiden ( Paspampres) atau pengawal Presiden Donald Trump dinyatakan tertular Covid-19.

Dua orang pengawal Trump itu terinfeksi virus Corona usai mengawal kampanye Presiden Amerika Serikat.

Trump diketahuo pergi berkampanye ke Tulsa, Oklahoma, Minggu (21/6/2020) lalu.

Akibatnya, lusinan personel Paspampres Amerika Serikat ( AS) lainnya harus melakukan isolasi sendiri.

Sebelumnya Trump telah dikritik lantaran ngotot mengadakan kampanye pemilu, di kota yang jumlah kasus virus Coronanya sedang meningkat.

Bahkan sebelum kampanye dimulai, enam orang di tim kampanye Trump juga tertular penyakit itu lalu bertambah dua orang lagi.

Korea Selatan Mendesak Untuk Berdamai, Korea Utara Sebut Siap Adu Nuklir dengan Amerika Serikat

Dilansir dari BBC Kamis (25/6/2020), Paspampres tidak mengungkap berapa total anggotanya yang terinfeksi atau diisolasi.

The Washington Post melaporkan, keenam anggota tim kampanye Trump yang positif corona sebelum kampanye, dua di antaranya adalah Paspampres.

Mereka berdua datang ke briefing pada Jumat (19/6/2020) bersama puluhan anggota Paspampres lainnya.

Meski begitu, mereka tetap menjalankan tugas masing-masing setelah hasil tes sudah keluar dan hasilnya positif.

Demikian laporan The Washington Post berdasarkan keterangan sumber-sumber di acara tersebut.

Seorang pejabat penegak hukum mengatakan kepada CNN, bahwa anggota Paspampres yang dikarantina hanya sedikit, berjumlah belasan.

Juru bicara Paspampres Catherine Milhoan mengatakan, mereka tetap "siap siaga memenuhi semua tugas yang diberikan."

"Setiap implikasi bahwa kami dalam beberapa hal tidak siap atau tidak mampu menjalankan tugas, itu tidak benar," tambahnya dikutip dari BBC.

CNN juga mengutip surel internal yang menuliskan, Paspampres yang terlibat dalam perjalanan presiden sekarang harus diuji 24-48 jam sebelum penugasan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved