Kamis, 30 April 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

Jadwal Rapid Test Massal Pedagang Pasar Tos 3000 Mundur, Ini Kata Kadinkes Batam

"Kami intinya sudah siap. Namun untuk lebih jelas mungkin bisa langsung ke Disperindag saja karena koordinator ada di mereka," ujar Didi.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNBATAM.id/HILMI HEPTANA
ILUSTRASI / Suasana di Pasar Tos 3000 Batam, Kamis (18/6/2020). 

Pedagang laki-laki yang menjual dagangannya itu tampak tidak mengenakan masker. Hal serupa juga dengan pedagang lain.

"Masker bukan satu-satunya mencegah corona bang. Karena pasar di sini ketika kita pakai masker, aroma bertahan di hidung dalam masker. Bagusnya memang dibuka saja, biar udara masuk," kata seorang pedagang perempuan mengemukakan alasan ketika ditanya tribun.

Pantauan lain di pasar itu, harga sembako masih terbilang normal. Misalkan cabe merah dan rawit masih dapat Rp5 ribu per ons.

Ikan Belanak Rp35-45 ribu per kg, Kembung Rp30-35 ribuper kg, beras rambutan masih Rp12-3 ribu per kg. Dan item sembako lainnya, tampak tak ada kenaikan.

Tanggapan Kadinkes Batam

Sebagian pedagang Pasar Tos 3000 Batam masih terkesan cuek menerapkan protokol kesehatan. Padahal Pasar Tos 3000 sudah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, saat tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 melakukan sosialisasi di pasar tersebut, para pedagang terkesan tidak mengindahkan imbauan yang disampaikan pihaknya.

"Mayoritas pedagang cuek dan tidak mengenakan masker," ujarnya, saat News Webilog dengan Tribunbatam.id mengangkat tema 'Pasar Tos 3000 #Ditata atau Di-Covid?', Sabtu (27/6/2020).

Didi mengatakan, untuk penegasan imbauan menggunakan masker, pihaknya sedikit sulit memberikan sanksi atau denda kepada masyarakat yang melanggar.

"Kita dari gugus tugas selama belum ada aturan atau regulasi seperti perda, hanya sebatas memberikan imbauan saja," ujarnya.

Didi mengatakan, walaupun sudah sering memberikan imbauan penerapan protokol kesehatan, tetapi jika pedagang dan masyarakat itu sendiri yang tidak memiliki kesadaran, maka hal tersebut akan sulit dilaksanakan.

"Yang terpenting ialah kepatuhan terhadap anjuran Pemerintah. Kita melihat pedagang di beberapa daerah ketika ada anjuran dari pemerintah, mereka mengikuti dan memakai hal tersebut," ujarnya.

Dalam diskusi daring yang diadakan Tribunbatam.id itu, Didi juga menyampaikan aturan terbaru dari WHO.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa aturan tersebut belum diterapkan di Indonesia.

Didi juga menyampaikan bahwa penyebaran Covid-19 di Batam sudah mulai mereda.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved