Selasa, 14 April 2026

Dampak dari Lockdwon, 12.000 Pegawai Kehilangan Pekerjaan di Inggris Hanya Dalam 2 Hari

Lockdown berikan dampak pada sejumlah sektor perekonomian di Inggris. Terbaru, lebih dari 12.000 pegawai di Inggris kehilangan pekerjaan dalam 2 hari.

Evening Standard
Polisi di Inggris - Dalam dua hari, 12.000 pekerjaan telah lenyap di Inggris. 

Adapun semua sektor ekonomi Inggris terpantau merosot.

Ada dampak ekonomi yang signifikan imbas pagebluk virus Corona pada Maret 2020.

Kala itu, virus Corona mulai merebak dan memberi dampak pada perekonomian Inggris.

"Gambaran kami yang lebih mendetil tentang perekonomian pada kuartal I 2020 menunjukkan produk domestik bruto (PDB) merosot sedikit lebih dalam dari estimasi awal.

Informasi dari pemerintah menunjukkan, kegiatan-kegiatan merosot lebih dalam dari yang sebelumnya," ujar Jonathan Athow, deputi statistik nasional ONS.

"Semua sektor ekonomi utama menyusut secara signifikan pada Maret sebagai efek pandemi," imbuh Athow.

Kontraksi ekonomi pada kuartal I 2020 ini merupakan penurunan terbesar sejak periode Juli hingga September 1979.

"Penurunan tajam pada belanja konsumen pada akhir Maret 2020 berdampak pada peningkatan simpanan rumah tangga," ungkap Athow.

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ekonomi Inggris merosot 1,7 persen. Angka ini lebih buruk dari estimasi sebelumnya, yakni kontraksi 1,6 persen.

Namun demikian, karena kebijakan lockdown mulai diterapkan pada 23 Maret 2020, maka kuartal II 2020 menjadi periode pukulan telak bagi perekonomian Inggris.

Data ONS pun menunjukkan, ekonomi Inggris minus 20,4 persen pada bulan April 2020 saja. Ini adalah level terendah sepanjang sejarah pencatatan data ekonomi negara itu.

Kontraksi tersebut tiga kali lipat lebih parah dibandingkan saat krisis ekonomi tahun 2008 dan 2009.

Kepala ekonom Inggris di Pantheon Macroeconomics Samuel Tombs menyebut, data terkini tersebut merupakan kontraksi terbesar dalam 40 tahun, meski pada kuartal I 2020 kebijakan lockdown hanya berlangsung selama 9 hari.

"Data itu adalah permulaan sebelum yang lebih buruk terjadi," ucap Tombs.

Jika Melanggar Dikenakan Denda, Semua Anak di Inggris Harus Kembali ke Sekolah Bulan September

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved