TRIBUN WIKI

Sejarah Pengobatan Kemoterapi, Jadi Cara Andalan Obati Kanker

Kemoterapi yang berkembang pada awal abad ke 20 mulanya tidak dilakukan untuk mengobati penyakit kanker.

|
Kompas.com
Ilustrasi pengobatan kemoterapi - Mengenal sejarah pengobatan kemoterapi. 

TRIBUNBATAM.id - Salah satu jenis pengobatan yang paling penting untuk menangani penyakit kanker adalah kemoterapi.

Metode pengobatan ini dilakukan dengan cara memasukkan obat-obatan ke dalam tubuh untuk membunuh sel kanker.

Dengan kemoterapi, pengobatan untuk penyakit kanker tidak perlu dilakukan dengan proses pembedahan atau operasi.

Itulah sebabnya, tak sedikit penderita kanker yang memilih melakukan kemoterapi ketimbang operasi untuk menghindari risiko pembedahan.

Kendati demikian, banyak kasus kanker di mana penderita tetap harus melakukan kemoterapi meski sel kanker tersebut telah diangkat melalui operasi.

Hal ini dilakukan untuk memastikan supaya sel kanker betul-betul terangkat dan bersih dari dalam tubuh.

Sejarah pengobatan kemoterapi

Metode ini berkembang pada awal abad ke 20.

Pada awal pengembangannya, kemoterapi tidak dilakukan untuk mengobati kanker, melainkan untuk  menghentikan pertumbuhan sel-sel darah putih yang membelah dengan cepat.

Melansir News Medical Life Science, selama Perang Dunia II, orang-orang yang terkena nitrogen mustard, sel-sel darah putih dalam tubuhnya berkurang secara signifikan.

Selanjutnya, temuan ini mengarahkan para peneliti untuk menyelidiki apakah agen mustard ini dapat digunakan untuk menghentikan pertumbuhan sel yang membelah dengan cepat, seperti kanker.

Pada tahun 1940-an, dua ahli farmakologi dari Yale, Alfred Gilman dan Louis Goodman meneliti efek terapi agen mustard ini dalam mengobati limfoma, yakni kanker yang disebabkan mutasi pada DNA sel-sel limfosit atau sel darah putih.

Uji coba dilakukan pertama-tama dengan memberi limfoma pada tikus dan menunjukkan bahwa agen tumor dapat diobati dengan agen mustard.

Selanjutnya, bersama ahli bedah toraks yakni Gustav Lingkog, Gilman dan Goodman menyuntikkan gas mustard yang tidak mudah menguap yang disebut mustine (nitrogen mustard) ke pasien yang menderita limfoma non-hodgkin.

Para ilmuwan kemudian menemukan bahwa massa tumor pasien berkurang secara signifikan, selama beberapa minggu setelah perawatan ini.

Mengenal 3 Jenis Nyamuk Penyebar Mosquito borne Disease

Warga Dengar Suara Benturan Keras, Laka Tunggal di Depan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved