Minggu, 12 April 2026

Transit di Singapura? Bandara Changi Gunakan Sensor Jarak hingga Sistem Biometrik Pengenal Wajah

Beragam protokol kesehatan diberlakukan Bandara Changi di Singapura usai mengumumkan membuka kembali transit di negaranya. Berikut ini diantaranya.

Instagram/changiairport
Ilustrasi Changi Airport. Bandara Changi gunakan berbagai teknologi canggih untuk menjamin keamanan dan keselamatan Traveler. 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Beragam protokol kesehatan diberlakukan Bandara Changi di Singapura usai mengumumkan membuka kembali transit di negaranya.

Tentunya Bandara Changi mengutamakan kenyamanan dan keamanan para calon penumpang.

Mereka tampak mulai mengubah beberapa sistem menjelang New Normal.

Langkah-langkah ini akan diluncurkan di seluruh bagian bandara sebagai persiapan ketika perjalanan udara masuk dan keluar Singapura dibuka.

Di kios otomatis Changi, terdapat sensor jarak sehingga penumpang dapat mengendalikan layar elektronik tanpa bersentuhan ketika mereka check-in atau menurunkan tas.

Dengan demikian, penumpang dapat memilih opsi dan memasukkan detail perjalanan mereka dengan mengarahkan jari mereka ke layar tanpa menyentuhnya.

Reaksi Novel Baswedan Ketika Diminta Kembalikan Uang Pengobatan di Singapura Rp3,5 M: Tanya Presiden

Bagi mereka yang perlu check-in di konter yang dikelola oleh agen layanan pelanggan, dipasang juga layar akrilik sebagai penghalang supaya penumpang dan staf tetap aman.

Pengalaman penumpang tanpa kontak Changi juga akan meluas ke bagian Imigrasi.

Otoritas Imigrasi & Pos Pemeriksaan menerapkan sistem biometrik baru yang menggunakan teknologi pengenalan wajah dan iris mata sebagai sarana utama untuk verifikasi identitas.

Dengan begitu, pemindaian sidik jari tidak perlu dilakukan.

Changi Airport Group (CAG) juga menggunakan banyak teknologi terbaru untuk membersihkan dan mendisinfeksi bandara.

Terdapat robot pembersih otonom di terminal yang dapat menyemprotkan kabut desinfektan ringan untuk memberikan perlindungan pada karpet dan lantai selama pembersihan.

CAG juga menguji penggunaan LED ultraviolet-C (UV-C) untuk mendisinfeksi pegangan eskalator dan travellator.

Selain itu, CAG juga menguji penggunaan teknologi inframerah tanpa kontak untuk lift penumpang, sehingga teraveler hanya perlu mendekatkan jari mereka ke tombol lift untuk mengaktifkannya.

Inovasi tanpa kontak dan pembersihan baru ini diterapkan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di Bandara Changi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved