Transit di Singapura? Bandara Changi Gunakan Sensor Jarak hingga Sistem Biometrik Pengenal Wajah
Beragam protokol kesehatan diberlakukan Bandara Changi di Singapura usai mengumumkan membuka kembali transit di negaranya. Berikut ini diantaranya.
Ia menyebut, investasi tersebut merupakan bagian dari rencana penelitian dan pengembangan (research and development/RnD) lima tahun, yang sedang difinalisasi pemerintah Singapura saat ini.
"Semua negara tengah memberikan dukungan dengan segera untuk menemukan perlindungan (terhadap Covid-19).
Tetapi kami melangkah lebih jauh, berinvestasi untuk memberikan semua orang batu loncat, sehingga kembali bangkit dan bahkan bisa lebih kuat.
Kami tidak pernah berhenti memikirkan hari esok," kata Heng, yang juga merangkap sebagai Menteri Keuangan itu.
Pada Jumat lalu, Singapura mulai memasuki fase kedua pembukaan kembali aktivitas ekonominya setelah berbulan-bulan menerapkan kebijakan lockdown untuk menekan penyebaran Covid-19.
Heng mengatakan, tugas pemerintah Singapura yang paling mendesak saat ini adalah menciptakan lapangan pekerjaan setelah ekonomi negara itu menghadapi kontraksi terbesar sejak kemerdekaan tahun 1965 dan terjadi rekor penurunan lapangan kerja pada kuartal I.
Para pejabat negara itu telah berjanji menciptakan 100.000 pekerjaan baru dan memberi peluang pelatihan untuk membantu meredam dampak pukulan pandemi itu.
Heng menambahkan, pemerintah akan berusaha keras untuk menjaga aliran bisnis tetap berjalan agar lapangan pekerjaan tetap tersedia.
Ia bilang, tahun ini merupakan yang pertama kalinya Singapura membiarkan dukungan uang tunai langsung kepada pekerja mandiri dalam skala besar.
Sebagai salah satu negara di dunia yang paling besar menggantungkan ekonominya pada ekspor, Singapura tidak punya pilihan selain mempercepat dua kali lipat agar status perdagangannya keluar dari krisis. "Kita selesai kalau kita terus tutup," tegas Heng.
Heng menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk melakukan investasi infrastruktur, termasuk pengembangan yang lebih hijau dan inisiatif ketahanan pangan.
Serangkaian kelompok industri yang dipimpin oleh pemerintah akan mengeksplorasi peluang baru di bidang-bidang seperti robotika, e-commerce dan digitalisasi rantai pasokan.
Stimulus yang diberikan Singapura dan investasi yang dijanjikan merupakan kejutan khusus dari negara itu karena selama ini mengelola pengeluaran fiskalnya secara tranditional prudent.
Heng mengakui, dirinya tidak pernah memperkirakan akan memasang empat anggaran dengan total S$ 100 miliar hanya dalam 100 hari, dimana lebih dari separuhnya berasal dari cadangan masa lalu.
“Kami sangat berterima kasih kepada generasi kami yang lalu, yang darah, keringat, dan air matanya membuat kami memiliki cadangan keuangan yang dalam ini,” kata Heng.
Ini hanya kedua kalinya Singapura menggunakan simpanan nasionalnya. Pada 2009, pemerintah menerima persetujuan untuk menggunakan cadangan sebesar S$ 4,9 miliar untuk membantu mendanai paket dukungan pemerintah selama krisis keuangan global.
Pemerintah membayar kembali jumlah yang ditarik ke cadangan pada 2011 setelah krisis berlalu.
Akibat Perang Dagang, Peringkat Daya Saing Amerika Serikat dan China Merosot, Singapura Naik
Konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China membawa berbagai dampak untuk keduanya.
Salah satunya untuk urusan ekonomi yang diketahui membuat Amerika Serikat dan China kurang kompetitif.
Tentunya sebagai akibat dari perang dagang dari kedua negara tersebut.
Hingga saat ini pun belum tampak adanya resolusi jangka pendek di antara kedua negara.
Dilansir dari BBC, Kamis (18/6/2020), baik China dan AS mengalami penurunan peringkat daya saing dalam daftar World Competitiveness Rankings untuk tahun ini.
Adapun beberapa negara, termasuk Singapura, Denmark, dan Swiss mengalami kenaikan daya saing.
Survei yang dilakukan Institute for Management Development (IMD) menyatakan, penanganan pandemi virus Corona yang dilakukan ketiga negara membantu memperkuat posisi daya saing mereka.
Peringkat daya saing AS merosot 7 peringkat ke peringkat 10.
Sementara itu, peringkat daya saing China anjlok 6 poin menjadi peringkat 20.
Kedua negara raksasa ekonomi tersebut terlibat dalam perang dagang sejak tahun 2018, termasuk perang tarif impor atas banyak negara.
Perang dagang telah meningkatkan ketidakpastian untuk aktivitas bisnis, faktor yang memberatkan daya saing kedua negara.
"Perang dagang telah menghancurkan ekonomi AS dan China, membalik lajut pertumbuhan positif kedua negara," ujar IMD dalam laporannya.
Singapura menjadi negara berdaya saing tertinggi di dunia untuk dua tahun berturut-turut, diikuti oleh Denmark dan Swiss. Adapun Belanda dan Hong Kong masing-masing berada pada peringkat empat dan lima.
Pemeringkatan IMD disusun dengan melakukan asesmen terhadap 63 negara atas ratusan faktor, termasuk serapan tenaga kerja, biaya hidup, dan belanja pemerintah.
IMD juga menyertakan survei eksekutif terkait topik-topik seperti stabilitas politik dan perlindungan hak kekayaan intelektual.
Negara-negara Asia Pasifik secara umum melemah daya saingnya.
Jepang, misalnya, menurun 4 poin ke peringkat 34 dan India tetap di peringkat 43.
Adapun daya saing Indonesia menempati peringkat 40 dari 63 negara, menurun dari peringkat 32 pada tahun 2019.
(*)
• TraceTogether Mulai Diberikan ke Warga Singapura, Begini Cara Kerja Alat Pelacak Covid-19
• WN Singapura Meninggal di Lapas Batam Akibat Menenggak Cairan Pembersih, Ini Kata Polisi
• KRONOLOGI Tewasnya WN Singapura di Lapas Kelas IIA Barelang Batam Akibat Menenggak Cairan Pembersih
Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Bandara Changi Gunakan Berbagai Teknologi Canggih untuk Jamin Keamanan dan Keselamatan Traveler.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-changi-airportt.jpg)