Sempat Temukan Klaster Baru Covid-19, China Cabut Larangan Perjalanan ke Beijing
Beijing sempat melaporkan kembali penemuan klaster baru penyebaran Covid-19. Namun kini, pemerintah China sudah mencabut larangan bepergian ke Beijing
Langkah tersebut diadopsi dari strategi China di Wuhan awal tahun ini.
China Uji Ribuan Sampel Makanan Terhadap Covid-19, Semua Tunjukkan Hasil Negatif
China kembali melaporkan penemuan klaster virus Corona atau Covid-19 usai longgarkan lockdown.
Kluster tersebut ditemukan di pasar makanan segar di Beijing.
Hal ini membuat ribuan sampel makanan laut impor, domestik, daging, dan sayuran di China telah diuji terhadap virus Corona.
Hasil penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa semuanya negatif.
Hal ini sesuai dengan konsensus organisasi kesehatan dan pangan internasional bahwa tidak ada bukti virus Corona jenis baru menyebar melalui bahan makanan atau kemasan.
Namun, itu tidak menghentikan China memperketat kontrol pada impor di tengah kekhawatiran wabah yang mungkin terkait dengan makanan dari luar negeri.
Pembatasan termasuk pelarangan produk dari pabrik daging asing tertentu dan meminta eksportir untuk mengonfirmasi keselamatan pengiriman mereka.
Langkah itu telah menimbulkan kekhawatiran di Amerika Serikat, yang memiliki kesepakatan perdagangan dengan China dalam melibatkan volume besar ekspor makanan.
"Tidak ada bukti bahwa orang dapat tertular Covid-19 dari makanan atau dari kemasan makanan," kata Sekretaris Pertanian AS Sonny Perdue dan komisioner Administrasi Makanan dan Obat-obatan Stephen Hahn seperti dilansir dari South China Morning Post, (26/6/2020).
"Sistem keamanan pangan AS, yang diawasi oleh agen kami, adalah pemimpin global dalam memastikan keamanan produk makanan kami, termasuk produk untuk ekspor," lanjut dia.
Mencari sumber penularan
Meski begitu, wabah telah membingungkan pemerintah di China setelah berjalan selama 55 hari tanpa infeksi baru yang dilaporkan. Sumbernya masih belum diketahui.
Pejabat kesehatan China telah mengakui bahwa kontaminasi dari luar negeri hanya satu teori, dan seorang pejabat bea cukai pekan lalu mencatat bahwa risiko penyebaran virus Corona melalui perdagangan makanan sangat rendah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/warga-beijing-mengenakan-masker.jpg)