Breaking News:

1,6 Juta PNS Terancam Dipecat Karena Tidak Produktif Bekerja

Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 3 Tahun 2020 yang disahkan 8 April lalu diatur tentang pemberhentian pegawai bagi yang tidak produktif.

Tribun Pontianak
Ilustrasi PNS: 1,6 Juta PNS Terancam Dipecat Karena Tidak Produktif Bekerja 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pemerintah mengumumkan tidak akan ada penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama dua tahun ke depan.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Ia bahkan mengatakan bakal melakukan reformasi birokrasi di lingkup aparatur sipil negara ( ASN).

Targetnya, pada Desember 2020, reformasi birokrasi ASN ini harus selesai sesuai keinginan Presiden Joko Widodo.

Tjahjo menyebutkan, ada 20 persen PNS bagian administrasi dari total 4,2 juta lebih pegawai bakal diberhentikan.

MenPAN RB Tjahjo Kumolo Sebut Tidak Ada Penerimaan CPNS Dua Tahun ke Depan

Menantu, Staf, dan Sopir Tjahjo Kumolo Sembuh dari Covid-19, Jalani Isolosi Selama 17 Hari

Namun, tetap saja, bagi dirinya, memberhentikan PNS tidaklah mudah.

"Kita enggak bisa, Pak, memberhentikan 1,6 juta tenaga yang dianggap tanda petik ini tenaga administrasi yang mungkin 20 persen tidak produktif itu enggak bisa," katanya dalam penyampaian rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI, Senin (6/7/2020).

Meski sulit, dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 3 Tahun 2020 yang telah disahkan pada 8 April lalu telah diatur tentang pemberhentian pegawai bagi yang tidak produktif.

Hal ini telah diatur pada Pasal 32 dalam Peraturan BKN.

"PNS yang tidak memenuhi target kinerja diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS," demikian isi aturan tersebut.

Halaman
123
Editor: Anne Maria
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved