Selasa, 12 Mei 2026

Idjon Djanbi, Bule Belanda yang Jadi Komandan Kopassus TNI Pertama, Jadi Mualaf dan Rajin Ibadah

Sang prajurit asal Belanda itu kemudian berganti nama setelah menjadi mualaf dan menikah dengan seorang perempuan sunda.

Tayang:
Angkasa.grid.id
Mochamad Idjon Djanbi 

TRIBUNBATAM.id - Kisah Kopassus TNI dalam perjalanannya hingga saat ini memang menarik untuk diperbincangkan.

Cerita dimulai dari Agen intelijen tersohor Benny Moerdani tercatat pernah bergabung di pasukan elite Indonesia, Kopassus.

Saat berusia 21 tahun dan tergabung di pasukan berbaret merah, Benny Moerdani menentang karena tidak ingin dilatih oleh Idjon Djanbi.

Mochamad Idjon Djanbi adalah komandan pertama Kopassus atau saat itu disebut Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD).

Idjon Djanbi sebenarnya bukan orang asli Indonesia dan memiliki nama asli Rokus Bernadus Visser.

Ia kemudian berganti nama setelah menjadi mualaf dan menikah dengan seorang perempuan sunda.

Semenjak jadi mualaf, ia disebut-sebut rajin beribadah bersama istri.

Idjon Djanbi sebenarnya bekas prajurit komando Belanda.

Maka dari itu para anggota pasukan Kopassus, termasuk Benny Moerdani yang tengah dilatih di Batujajar pada awal 1954, mencurigai Idjon Djanbi.

Mereka takut kalau Idjon Djanbi adalah mata-mata asing.

Bahkan mereka memiliki sebutan khusus untuk komandan mereka sendiri.

Idjon Djanbi disebut dengan inisial MID, yakni Militaire Inlichtingen Dienst atau detasemen intelijen militer Belanda.

Benny Moerdani

Repro Majalah Angkasa
Benny Moerdani

Melansir dari buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap (2018), Benny Moerdani mengawali karirnya dari Solo sebagai tentara pelajar.

Mulai Januari 1951, ia menempuh pendidikan di Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat di Bandung.

Ia lulus sebagai perwira remaja pada April 1952.

Kemudian, Benny menjalani pendidikan Sekolah Pelatih Infanteri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved