Senin, 27 April 2026

Sempat Terjadi Kejar-Kejaran, TNI: Dua Kapal Berbendera China Bawa 22 Pekerja WNI

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara dua kapal berbendera China dengan kapal tim gabungan saat akan dilakukan penangkapan

TRIBUN BATAM/ARGIANTO
Sejumlah nakhoda kapal berbendera China yang diamankan tim gabungan di perairan Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (08/07/2020). Dari dalam kapal terdapat jenazah WNI diduga korban kekerasan. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara dua kapal berbendera China dengan kapal tim gabungan saat akan dilakukan penangkapan.

Hal ini diungkapkan Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto.

Indarto memberikan penjelasan mengenai pengejaran dua kapal berbendera China dan ditemukannya jasad satu pekerja WNI, ABK salah satu kapal, dalam kondisi tewas di dalam freezer.

WNI yang meninggal dunia di kapal berbendera China tersebut sebelumnya telah mencari cumi di perairan Argentina bersama sembilan WNI lainnya, di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118.

Korban tewas tersebut bernama Hasan Afriandi asal Lampung.

Kronologi Lengkap Penangkapan Dua Kapal Berbendera China, Ditemukan WNI Tewas dalam Freezer

Jenazah WNI Dalam Freezer Kapal, Rekan Kerja Ungkap Korban Dipaksa Kerja, Kini Didalami Tim Gabungan

Sementara di kapal berbendera China lain yang juga dikejar, yakni Lu Huang Yuan Yu 117, terdapat 12 WNI yang bekerja sebagai ABK.

Dua kapal berbendera China ini sebelumnya mencari cumi ke perairan Argentina.

"Jadi total seluruhnya ada 22 WNI yang dipekerjakan dari dua kapal nelayan berbendera China, yakni Lu Huang Yuan Yu 117 dan Lu Huang Yuan Yu 118," kata Indarto Budiarto saat melakukan pres rilis di Dermaga Lanal Batam, Rabu (8/7/2020).

Para pekerja disalurkan agen, bekerja sejak Januari 2020.

Petugas gabungan saat berjaga mengamankan kapal berbendera China
Petugas gabungan saat berjaga mengamankan kapal berbendera China (TRIBUN BATAM/ARGIANTO)

Diceritakan Indiarto, di atas kapal Lu Huang Yuan Yu 118 terdapat 32 kru yang terdiri dari 10 WNI termasuk almarhum Hasan Afriandi dan 15 WNA asal China serta delapan WNA asal Filipina.

Para WNI tersebut dipekerjakan diatas kapal Lu Huang Yuan Yu 118 melalui agen PT Mandiri Tunggal Bahari (MTB) yang beralamat di Jl. Raya Majasem Talang, Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng).

Dimana direkturnya bernama Moh. Haji yang beralamat di Tegal, Jateng.

"Hasil keterangan sementara para WNI telah bekerja selama tujuh bulan atau sejak tanggal 1 Januari 2020 hingga saat ini," jelas Indarto.

Follow Juga:

Para WNI ini termasuk almarhum Hasan Afriandi berangkat dari Jakarta pada tanggal 31 Desember 2019 dengan tujuan bandara Changi, Singapura.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved