Rabu, 15 April 2026

Diperkirakan Awal Agustus, Jalan Lintas Perbatasan Malaysia-Singapura Akan Dibuka Kembali

Malaysia dan Singapura memperkirakan awal Agustus akan membuka kembali jalan perbatasan Reciprocal Green Lane dan juga Periodic Commuting Arrangement.

AFP
Ilustrasi penumpang yang baru tiba di bandara Kuala Lumpur, Malaysia. Jalan lintas perbatasan Malaysia-Singapura diperkirakan dibuka awal Agustus. 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Wabah virus Corona atau Covid-19 membuat jalan perbatasan antara Malaysia dan Singapura ditutup.

Namun kini, Malaysia dan Singapura memperkirakan awal Agustus akan membuka kembali jalan perbatasan Reciprocal Green Lane (RGL) dan Periodic Commuting Arrangement (PCA).

Tentunya bertujuan untuk menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di masing-masing negara.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein mengatakan RGL dapat digunakan untuk perjalanan lintas perbatasan yang ditujukan untuk bisnis penting dan resmi antara kedua negara bertetangga ini.

Sementara PCA, dapat digunakan untuk masyarakat yang memiliki izin imigrasi, melakukan perjalanan pulang-pergi secara periodik ke kedua negara.

“Melalui diskusi yang baik, Malaysia konsisten untuk mencapai mufakat, terutama dalam hal prosedur operasi standar (SOP) dan protokol kesehatan umum Covid-19," ujar Hishammuddin seperti yang dilansir dari South China Morning Post pada Selasa (7/7/2020).

Akhiri Konflik Politik Malaysia, Muhyiddin Yassin Rencanakan Pemilu Dini, 2 Tahun Lebih Cepat

Hishammuddin mengatakan bahwa kesepakatan terkait SOP dan protokol kesehatan umum Covid-19 tersebut penting untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para warga.

"Kedua negara terlibat dalam perjalanan lintas perbatasan," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri pada Senin (6/7/2020).

Kedua negara juga mendiskusikan tentang perjalanan lintas batas para pekerja sehari-hari dari Malaysia-Singapura, dan kemungkinan pembukaan penuh jalan lintas perbatasan kedua negara.

Hishammuddin kemudian menyampaikan bahwa selain Singapura, pihaknya juga tengah melakukan diskusi dengan beberapa negara lainnya yang dikategorikan negara hijau atau aman dari Covid-19, untuk membuka pejalanan lintas negara.

Beberapa negara yang dimaksudnya, antara lain Brunei, Selandia Baru, Jepang, Australia, dan Korea Selatan.

Sebelum melangsungkan diskusi dengan 6 negara tersebut, terlebih dahulu Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) melakukan identifikasi tingkat keamanan negara tersebut terhadap Covid-19 dan diumumkan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah.

Diskusi yang berlangsung menyinggung soal pembukaan perbatasan bersyarat, untuk urusan bisnis penting, siswa internasional, dan pasokan makanan di negara-negara Asia Tenggara.

Kemudian, keputusan akhir masih akan menunggu persetujuan para kabinet dalam Pertemuan Tingkat Menteri Khusus tentang pelaksanaan Perintah Pengendalian Gerakan.

“Sejujurnya, pembukaan kembali perbatasan bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Dibutuhkan persiapan yang menyeluruh dan terperinci serta pemahaman yang baik antara semua negara yang terlibat," ujar Hishammuddin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved