Minggu, 19 April 2026

Ada Durasi Berkunjung, Intip Cara Museum di Malaysia Terapkan Protokol Kesehatan

Malaysia tampak mulai memulihkan beragam sektor di negaranya. Seluruh museum di Malaysia, termasuk Muzium Negara sudah bisa kembali beroperasi lagi.

AFP
Ilustrasi warga Malaysia di Kuala Lumpur saat virus Corona merebak. Cara museum di Malaysia terapkan Protokol Kesehatan, ada durasi berkunjung. 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Malaysia tampak mulai memulihkan beragam sektor di negaranya usai dihadang wabah virus Corona atau Covid-19.

Seluruh museum di Malaysia, termasuk Muzium Negara sudah bisa kembali beroperasi sejak 16 Juni 2020 lalu.

Hal tersebut diumumkan oleh Pengarah Muzium Negara di Malaysia, Zamrul Amri bin Zakaria.

“Sebelum museum boleh dibuka untuk umum, di sini juga berlaku desinfeksi ke semua galeri dan tempat yang berisiko dipegang oleh pengunjung,” ujar Zamrul dalam webinar bertajuk “Prospect of Reopening of Museums in the New Normal”, Rabu (8/7/2020).

Usai melakukan penyemprotan disinfektan, pihaknya juga menyusun serangkaian protokol kesehatan yang harus ditaati oleh wisatawan saat berkunjung ke Muzium Negara.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut protokol kesehatan yang berlaku di Muzium Negara selama era new normal:

Diperkirakan Awal Agustus, Jalan Lintas Perbatasan Malaysia-Singapura Akan Dibuka Kembali

Museum

  1. Ada aturan jaga jarak minimal 1 meter.
  2. Waktu kunjungan terakhir dibatasi hingga 16:30 waktu setempat.
  3. Prioritaskan pengunjung dengan disabilitas.
  4. Ada jalur khusus bagi pengunjung dengan disabilitas.
  5. Batasi pengunjung dengan kartu bernomor.
  6. Lakukan pembersihan secara menyeluruh pada kartu yang telah diletakkan di dalam kotak penyimpanan usai digunakan pengunjung.
  7. Meniadakan layanan pemanduan.
  8. Seluruh fasilitas museum beroperasi selama jam operasional museum.
  9. Pengunjung harus keluar dan masuk dari pintu yang sama.
  10. Melarang penggunaan fasilitas interaktif bagi pengunjung.
  11. Museum membuat papan informasi protokol kunjungan.
  12. Menyediakan ruang tunggu luar ruangan untuk antre sebelum masuk museum.
  13. Ada stiker tanda jaga jarak antara pengunjung dan koleksi.

Wisatawan

  1. Melakukan check in dengan aplikasi MySejahtera sebelum memasuki museum.
  2. Gunakan kode QR untuk mendapatkan kartu bernomor.
  3. Wajib pakai masker dan jaga jarak minimal 1 meter.
  4. Antre dengan jarak 1 meter saat membeli tiket.
  5. Pengunjung harus lewati prosedur pemeriksaan suhu tubuh.
  6. Perhatikan etika batuk.
  7. Cuci tangan dengan hand sanitizer.
  8. Jaga jarak pada sarana umum seperti toilet, musholla, kafe, dan toko souvernir.
  9. Pengunjung yang keluar dari museum harus melewati prosedur pemeriksaan suhu jika ingin masuk kembali.
  10. Pengunjung harus buang masker bekas pakai ke tempat sampah.
  11. Durasi kunjungan paling lama 30 menit pada setiap galeri (ada 4 galeri).

Terkait usia wisatawan, Zamrul menuturkan bahwa sebelumnya pihak museum membatasi hanya mereka yang berusia di atas 13 tahun saja yang boleh berkunjung.

“Tapi seminggu ini kita ada aturan baru untuk umum. Semua bisa datang,” ujar Zamrul.

Sementara untuk waktu kunjungan, dia mengatakan, museum hanya membatasi 100 wisatawan dalam satu waktu. Jika lebih dari itu, wisatawan harus menunggu giliran.

Untuk wisatawan yang datang secara berkelompok, Zamrul mengatakan bahwa Muzium Negara tidak mengadakannya.

Namun jika ada yang ingin melakukannya, mereka harus melakukan diskusi terlebih dahulu dengan pihak museum.

“Ada syarat tertentu. Tidak lebih dari 10 orang, harus mematuhi SOP yang telah diterapkan. Diskusi dulu sebelum mengizinkan mereka memasuki museum,” ungkap Zamrul.

Promosi melalui blogger

Sejak pembukaan, Muzium Negara kerap dikunjungi wisatawan terlebih saat akhir pekan.

Guna semakin meramaikan kunjungan, pihak museum bekerja sama dengan para blogger.

Menurut Zamrul, para blogger yang diajak kerja sama memiliki jumlah pengikut yang cukup besar untuk mampu memengaruhi minat kunjungan ke museum.

“Kita perlu penyelesaian untuk memulihkan kunjungan ke museum. Salah satunya perlu bantuan blogger.

Mereka akan ceritakan keunikan museum, apa yang kita punya,” tutur Zamrul.

Perlu Pembelajaran Lebih Lanjut, Malaysia Belum Izinkan WNA Salat Berjamaah di Masjid

Malaysia tampak sudah mulai melonggarkan kebijakan pembatasan usai wabah virus Corona atau Covid-19 melanda.

Namun, Malaysia belum mengizinkan salat berjamaah di masjid dan surau bagi Warga Negara Asing (WNA).

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama) Datuk Seri Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri.

Dia mengatakan pada Jumat (3/7/2020), kementerian harus mempelajari laporan dari Departemen Agama Islam Wilayah Federal (JAWI) terkait situasi masjid dan surau.

Laporan akan didalami pihak kementerian sebelum mengizinkan orang asing berpartisipasi dalam salat jamaah.

"Kami ingin melihat laporan dari JAWI dan beberapa tempat lainnya.

Jika situasinya stabil dan tidak akan menimbulkan masalah, maka kita dapat mengambil keputusan," kata Zulkifli, dikutip dari Bernama.

"Kami mungkin dapat menyelesaikan masalah ini dalam satu atau dua bulan," jelasnya di depan awak media setelah acara JAWI's Post Covid-19 Food Bank Musa'adah Mission.

Selama acara, Zulkifli menyerahkan sembako kepada 50 warga Proyek Perumahan Rakyat Perkasa (PPR) di lokasi tersebut.

Sebelumnya, Zulkifli mengumumkan telah membuka izin untuk Salat Jumat selama RMCO atau periode pemulihan pembatasan gerakan.

Menurutnya pembukaan masjid dan surau sudah sesuai dengan misi RMCO ini.

Dia mengatakan masjid diizinkan mengadakan Salat Jumat dan daerah-daerah boleh memaksimalkan fungsi fasilitas keagamaan tersebut.

Namun dengan catatan, protokol kesehatan harus dipatuhi dengan ketat.

Zulkifli mengatakan semua kegiatan keagamaan dan ceramah, serta Salat Dhuha, Fardu Ain, dan kelas membaca Quran dapat dimulai lagi minggu ini.

"Karena itu, komite masjid dan surau harus bertanggung jawab untuk memastikan kepatuhan penuh SOP," katanya.

Komite masjid dihimbau untuk tidak mengunci gerbang utama surau dan masjid.

Diharapkan masyarakat terutama para pelancong, pengiriman makanan, atau pengemudi online dapat melakukan salat lima waktu.

Menteri mengatakan bahwa semua keputusan diambil atas persetujuan Yang Di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Yang Di-Pertuan Agong telah menerima resolusi Pertemuan Khusus ke-7 Dewan Nasional Urusan Agama Islam Malaysia (MKI) yang diadakan pada 24 Juni silam.

Malaysia mencatat total kasus infeksi sebanyak 8.663.

Menurut perkembangan terakhir, ada 5 kasus baru pada Minggu (5/7/2020) ini.

Setidaknya 121 orang meninggal dunia karena virus dan 8,465 telah pulih.

Ada empat pasien yang telah pulih pada Minggu ini sehingga tingka kesembuhan Malaysia sebanyak 97,7 persen.

Jumlah kasus aktifnya adalah 77, jelas Dirjen Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah.

"Dari lima kasus baru, tiga adalah kasus impor yang melibatkan dua orang Malaysia dan satu orang asing."

"Sementara dua kasus lainnya adalah transmisi lokal yang melibatkan orang Malaysia," katanya dalam sebuah pernyataan hari ini.

100 Hari Berlakukan MCO, Malaysia Dianggap Telah Sukses Kendalikan Wabah Covid-19

Malaysia dianggap sukses mengendalikan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Perintah kontrol gerakan (MCO) sudah melewati seratus hari semenjak berlaku pada 18 Maret 2020 lalu.

Kebijakan ini dinilai sudah berhasil meratakan kurva kasus Covid-19 di Malaysia.

Direktur Jenderal Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan, masyarakat harus memainkan peran yang lebih besar dengan mematuhi semua prosedur kesehatan yang berlaku.

Menurut dia, ketaatan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan negara itu sepenuhnya pulih dan berhasil menjalani fase MCO pemulihan dengan kenormalan baru.

"Jumlah kasus aktif kini turun menjadi hanya 208 kasus dan tingkat kematian turun menjadi 1,4 persen dari total kasus.

Ini menunjukkan bahwa Malaysia sedang dalam fase pemulihan," kata Noor Hisham, dilansir dari The Star, Jumat (26/6/2020).

"Keberhasilan meratakan kurva Covid-19 dan mengurangi penyebaran kasus di masyarakat adalah hasil dari tindakan yang diambil oleh semua pihak, termasuk masyarakat," lanjut dia.

Noor Hisham mengatakan, tindakan drastis pemerintah yang membatasi pergerakan warga dan menutup perbatasan telah memberi kesempatan bagi Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kapasitas kesehatan masyarakat, laboratorium, dan rumah sakit.

Pada saat yang sama, kementerian bekerja secara agresif di lapangan untuk terus mendeteksi, menguji, mengisolasi, dan mengobati pasien Covid-19 di rumah sakit.

Saat pemberlakuan MCO pertama, Malaysia telah memiliki 790 kasus positif dengan dua kematian.

Selain itu, Negeri Jiran saat itu juga memiliki kapasitas tes PCR harian hanya 6.210 tes dengan jumlah total tempat tidur rumah sakit dan fasilitas lainnya sebanyak 4.433 unit, 273 tempat tidur di ICU, dan 626 ventilator.

"Jumlah kasus aktif tertinggi selama fase MCO adalah pada 5 April dengan 2.596 kasus aktif, sementara jumlah kematian adalah 1,67 persen dari total jumlah kasus," jelas dia.

Pada April 2020, Malaysia menghadapi lonjakan kasus dari klaster tabligh akbar yang menyumbang sebagian besar kasus infeksi di negara itu.

Selama fase MCO, kapasitas tes PCR meningkat empat kali lipat menjadi 27.233 tes dan hari ini angka itu kembali meningkat enam kali lipat dengan 36.812 tes.

Hingga saat ini, Malaysia telah melaporkan 8.600 kasus infeksi dengan 121 kematian dan 8.271 pasien sembuh.

Kesuksesan Malaysia ini menyusul Thailand yang lebih dulu berhasil "menjinakkan" virus Corona di negaranya.

Padahal, Thailand dulu digambarkan sangat rentan karena banyaknya pelancong yang datang dari Wuhan dan pada akhir Januari memiliki kasus tertinggi kedua di luar China.

Kini, Thailand hanya memiliki 64 kasus aktif dari total 3.162 kasus infeksi yang dilaporkan.

Selain itu, Negeri Gajah Putih itu juga hanya melaporkan 58 angka kematian dan 3.040 pasien sembuh.

Sementara itu, laporan jumlah infeksi Covid-19 harian di Singapura telah menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini jauh berbeda dibandingkan pada April 2020, ketika Singapura mengalami lonjakan kasus dari klaster pekerja migran.

Negeri Singa itu bahkan melaporkan kasus infeksi harian melebihi 1.000.

Hingga kini, Singapura melaporkan 42.736 kasus dengan 26 kematian dan 36.604 pasien sembuh.

Berbeda dari Malaysia, Singapura, dan Thailand, Indonesia dalam beberapa hari terakhir terakhir justru melaporkan angka kasus infeksi melebihi 1.000.

Meski kasus infeksi tinggi, sebagian besar wilayah di Indonesia telah mulai melonggarkan pembatasan dan membuka kembali roda perekonomian masyarakat.

Dengan lebih dari 50.000 kasus infeksi dan 2.620 angka kematian, Indonesia menjadi negara dengan kasus tertinggi di Asia Tenggara dan Asia Timur di luar China.

(*)

Akhiri Konflik Politik Malaysia, Muhyiddin Yassin Rencanakan Pemilu Dini, 2 Tahun Lebih Cepat

Nilai Ekspor Pertanian di Angka Rp 4 Triliun, Kelapa Gading Kepri Diburu Konsumen Malaysia

Jelang Piala Asia U-19 2020 - Pemain Asal Inggris Sumringah Dipanggil Timnas U-19 Malaysia

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara Museum di Malaysia Terapkan Protokol Kesehatan, Ada Durasi Berkunjung".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved